815 Orang Mengungsi Akibat Banjir Bekasi

815 Orang Mengungsi Akibat Banjir Bekasi

KABARINDO, BEKASI -- Kementerian Sosial (Kemensos) mengirimkan bantuan logistik bagi korban banjir di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan keselamatan korban bencana.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan penanganan bencana difokuskan pada keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir.

“Kemensos terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait agar penanganan bencana berjalan cepat dan tepat,” kata dia.

Kemensos mengkonfirmasi bantuan dikirim berupa 1.000 paket makanan siap saji, 1.000 paket lauk pauk siap saji, 200 lembar selimut, 200 lembar kasur, 200 paket kidsware, 200 paket family kit, serta 100 lembar tenda gulung. Bantuan tersebut berasal gudang logistik di Bekasi yang langsung disebarkan ke posko pengungsian-dapur umum.

Merujuk data sementara, lanjut Mensos, sebanyak 3.294 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban banjir, dimana ada sebanyak 815 orang mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian yang tersebar di Desa Labansari, Hurip Jaya, Babelan Kota, dan Wanajaya.

Para korban merupakan warga terdampak banjir dari Kecamatan Cikarang Timur, Babelan, Cikarang Utara, dan Cibitung yang semua dipastikan mendapatkan pendampingan tim petugas gabungan langsung kurang dari 24 jam sejak bencana banjir terjadi Sabtu (17/1) malam.

Mensos Saifullah Yusuf memastikan Kementerian Sosial juga mengerahkan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu upaya pendataan hingga kebutuhan pengungsian, beriringan dengan proses evakuasi korban.

"Hingga kini warga terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu kondisi banjir berangsur surut," kata Mensos Saifullah Yusuf.