Gebrakan MedcoEnergi di Blok Corridor: Tekan Emisi Metana Lewat Teknologi Nitrogen Gas Blanketing
Fasilitas Produksi Gas Suban, Blok Corridor. (FOTO : ISTIMEWA).
___________
JAKARTA – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) kembali membuktikan komitmennya dalam transisi energi hijau. Melalui anak usahanya, Medco E&P Grissik Ltd., raksasa energi ini resmi menerapkan teknologi Nitrogen Gas Blanketing pada fasilitas migas Suban, Blok Corridor, Sumatra Selatan.
Inisiatif ini bukan sekadar inovasi teknis, melainkan langkah strategis MedcoEnergi dalam memangkas emisi metana secara signifikan di salah satu blok migas paling vital di Indonesia.
Penerapan sistem gas blanketing ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hingga 1.100 tCO₂e per tahun. Menariknya, pengurangan ini fokus pada metana,salah satu gas dengan efek rumah kaca yang jauh lebih kuat dibandingkan karbon dioksida.
“Inisiatif ini menunjukkan bahwa pengurangan emisi dan peningkatan efisiensi operasional dapat berjalan beriringan,” tulis manajemen dalam keterangan resminya, Selasa (3/2/2026).
Standar Global OGMP 2.0
Langkah MedcoEnergi ini membawa perusahaan sejajar dengan pemain energi global. Proyek di Blok Corridor ini selaras dengan kerangka Oil & Gas Methane Partnership (OGMP) 2.0, standar internasional tertinggi untuk transparansi dan akurasi pelaporan emisi metana.
Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi, Ronald Gunawan, menegaskan bahwa kredibilitas data adalah kunci utama perusahaan.
“Komitmen kami tidak berhenti pada penurunan emisi, tetapi juga pada bagaimana emisi tersebut diukur, dikelola, dan dilaporkan secara kredibel,” ujar Ronald.
Keberhasilan ini memperkuat posisi MedcoEnergi yang telah melampaui target penurunan emisi tahun 2025. Perusahaan kini berada pada jalur yang tepat (on track) untuk mencapai target interim 2030, dengan ambisi besar mencapai Net Zero Emission untuk Cakupan 1 dan 2 pada tahun 2050.
“Pengurangan emisi metana adalah tentang bagaimana kami menjalankan operasi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan demi ketahanan energi nasional,” pungkas Ronald.
Comments ( 0 )