Debut Berat Cyrus Margono, Mauricio Souza Tegaskan: Bintang Tak Lahir dari Satu Laga
KABARINDO, JAKARTA – Pelatih Mauricio Souza mengingatkan publik untuk tidak tergesa-gesa menghakimi penampilan kiper muda Cyrus Margono hanya dari satu pertandingan. Seruan itu disampaikan usai debut sang penjaga gawang berujung pahit saat Persija Jakarta takluk 2-3 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-26 BRI Super League.
Dalam laga tersebut, Cyrus yang baru mencatatkan penampilan perdananya tampil penuh sejak menit awal. Namun, gawangnya harus tiga kali bergetar—melalui satu tendangan bebas Dendy Sulistyawan serta dua gol dari Moussa Sidibe. Hasil itu pun memicu sorotan terhadap performanya.
Mauricio menegaskan bahwa proses adaptasi adalah hal yang tak terhindarkan bagi pemain muda, terlebih dalam atmosfer kompetisi yang ketat. Ia memastikan tim pelatih terus bekerja setiap hari untuk memperbaiki kekurangan yang ada.
“Kami berlatih setiap hari untuk memperbaiki kesalahan. Saya harap Cyrus tidak dinilai hanya dari satu pertandingan,” ujar Mauricio dalam konferensi pers jelang laga kontra Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (10/4).
Didatangkan pada putaran kedua dari klub Kosovo, KF Dukagjini, Cyrus membawa rekam jejak yang menjanjikan. Ia mencatatkan 30 penampilan dengan 10 clean sheet—sebuah statistik yang menjadi dasar keyakinan tim pelatih terhadap potensinya.
Mauricio pun menilai kritik yang mengarah kepada Cyrus tidak sepenuhnya mencerminkan performa di lapangan. Menurutnya, meski ada peluang yang seharusnya bisa diamankan, sang kiper juga menunjukkan sejumlah penyelamatan penting dalam situasi sulit.
“Dia adalah kiper dengan potensi luar biasa. Saya tidak melihat dia bermain seburuk yang dibicarakan orang,” tegas pelatih asal Brasil tersebut.
Lebih jauh, Mauricio menilai Cyrus hanya membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi ideal, baik secara fisik, teknis, maupun taktis.
Proses tersebut diyakini akan membentuknya menjadi penjaga gawang yang lebih matang.
Untuk laga berikutnya melawan Persebaya di SUGBK, Mauricio memastikan posisi penjaga gawang akan kembali dipercayakan kepada Eduardo. Keputusan itu, kata dia, bukan bentuk evaluasi negatif terhadap Cyrus, melainkan bagian dari konsistensi strategi tim.
“Cyrus tetap mendapat kepercayaan dari kami. Dia tidak bermain besok bukan karena performanya, tetapi karena Eduardo adalah kiper utama musim ini,” pungkasnya.
Di tengah sorotan tajam, Cyrus Margono kini berdiri di persimpangan penting dalam kariernya—antara tekanan dan peluang untuk bangkit membuktikan diri.
Comments ( 0 )