DFC Umumkan Direktur Pelaksana Regional Baru untuk Pimpin Operasi Regional dari Jakarta
KABARINDO, JAKARTA – DFC (The U.S. International Development Finance Corporation) hari ini mengumumkan penunjukkan Adrian Bastien sebagai Direktur Pelaksana Regional untuk Jakarta. Kehadiran Bastian menegaskan mandat DFC untuk menggerakkan pemodalan swasta secara global, termasuk kawasan Indo-Pasifik, guna memajukan kepentingan nasional AS, memperluas peluang ekonomi, dan memberikan manfaat bagi para pembayar pajak Amerika.
Kehadiran Direktur Pelaksana Regional yang baru ini semakin mencerminkan mandat DFC secara lebih luas setelah diresmikan kembali baru baru ini, yang meningkatkan kapasitas investasi DFC dari 60 miliar dolar AS menjadi 205 miliar dolar AS dan memperluas jangkauan geografis ke lebih banyak negara di kawasan, terkait transaksi antar sektor-sektor prioritas. Kewenangan yang diperluas ini akan membuat DFC mampu mengejar berbagai investasi yang layak secara komersial sambil terus memajukan pembangunan ekonomi dan prioritas kebijakan AS. Kehadiran di kawasan memperkuat kemampuan DFC untuk menjalankan transaksi, bermitra dengan sektor swasta, dan mendukung investasi yang berdampak tinggi di kawasan Indo-Pasifik.
Bastien akan berperan mengawasi berbagai prakarsa pembiayaan strategis yang mendukung prioritas kebijakan luar negeri AS dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik.
“DFC secara strategis berada pada posisi untuk membuka peluang baru yang memperkuat kemitraan global dan mengatasi tantangan pembangunan ekonomi penting di kawasan yang memiliki kepentingan strategis bagi Amerika Serikat. Ada potensi besar untuk mengembangkan infrastruktur, memperkuat rantai pasok, dan membangun hubungan ekonomi yang lebih dalam di Indo-Pasifik guna mendorong kemakmuran yang langgeng. Saya berkomitmen untuk memajukan prakarsa yang menarik investasi swasta, memberikan nilai bagi masyarakat Amerika, dan menjunjung kepentingan strategis AS di seluruh dunia,” kata Adrian Bastien, Direktur Pelaksana Regional.
Bastien memiliki pengalaman hampir selama 20 tahun di bidang keuangan internasional di posisi ini. Di DFC, dia berhasil merumuskan dan melaksanakan penjaminan pinjaman pada tahun 2021-2022, bersama JBIC, untuk mendukung pembiayaan utang langsung dari Export Finance Australia kepada Telstra untuk akuisisi aset selular Digicel Pacific di Asia Timur dan Kepulauan Pasifik. Transaksi penting ini memperluas kapasitas telekomunikasi di kawasan ini dan memperkuat ketahanan ekonominya. Bersama para mitra, Telstra berhasil memperoleh total pembiayaan sebesar 1,33 miliar dolar AS.
Portofolio investasi DFC saat ini di Indo-Pasifik mencapai sekitar 6,1 miliar dolar AS, dan kami terus menyambut upaya-upaya Indonesia untuk menarik investasi berkualitas tinggi di sektor-sektor penting seperti energi, informasi, dan teknologi komunikasi seiring dengan peran lembaga ini menjalankan prioritas ekonomi dan diplomatik pemerintah AS di kawasan tersebut.
Comments ( 0 )