Diduga Ulah Klitih, Seorang Pemuda di Yogyakarta Jadi Korban Pembacokan

Diduga Ulah Klitih, Seorang Pemuda di Yogyakarta Jadi Korban Pembacokan

KABARINDO, YOGYAKARTA - Peristiwa pembacokan melibatkan seorang pemuda anggota Muhammadiyah di Yogyakarta menuai sorotan. Hal ini ramai dibicarakan di media sosial setelah ramainya kasus klitih di Yogyakarta.

Dalam akun Twitter @al_arif14, ia menceritakan jika mendapat laporan bahwa rekan dari temannya telah menjadi korban klitih pada Minggu (1/1) pukul 05.00 di timur Lempuyangan, tepatnya di depan TK ABA Lempuyangan.

“Dapat info dari teman. Kalau rekannya di kampung, pagi tadi menjadi korban klitih,” dilansir dari akun Twitter tersebut pada (2/1/2022).

Kabar tersebut dibenarkan oleh Komandan KOKAM DIY, Wahyu Gunawan Wibisono menyebutkan memang benar ada anggota Pemuda Muhammadiyah yang menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal.

“Betul itu kabarnya, memang ada anggota Pemudia Muhammadiyah orang Danurejan dibacok kemarin pagi sekitar jam 5 pagi. Saya hanya sempat menjenguk saja,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Kejadin tersebut bermula ketika korban sempat dibuntuti oleh pelaku. Sampainya di perempatan Lempuyangan korban dilempari batu. Korban sempat jatuh kemudian dibacok pelaku menggunakan clurit.

“Kita akan mendorong proses akan tetap berjalan sesuai hukum dari tingkat kepolisian hingga peradilan,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan jika peristiwa yang dialami pemuda tersebut sering disebut klitih. Kasus klitih memang sangat meresahkan, apalagi belakangan ini kasus klitih marak terjadi.

Selanjutnya pihaknya mengatakan jika akan menelusuri persoalan kejahatan jalanan di Yogyakarta ini agar ditanggapi dengan serius. Pihaknya juga akan melakukan audiensi dengan harapan agar permasalahan kejahatan jalanan ini bisa segera ditanggulangi bersama mengingat hingga saat ini sudah banyak memakan korban.

“Ini tanggung jawab kita semua. Ini kompleks, nggak mungkin membasmi satu saja. Ini yang harus menjadi perhatian besar,” katanya.

Dibantah Bukan Klitih

Kini kasus tersebut ditangain oleh Polsek Danurejan, Kota Yogyakarta. Namun, ketika dikonfirmasi, Kapolsek Danurejan Kompol Wiwik Hari Tulasmi menyanggah jika kejadian tersebut disebut sebagai aksi klitih.

“Bukan klitih. Saat ini masih dalam penyelidikan,” ungkap Wiwik.

Sumber: Kumparan.com

Foto: Pexel