Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33% pada 2025, Inflasi Januari 2026 Terkendali 3,29% (yoy)

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33% pada 2025, Inflasi Januari 2026 Terkendali 3,29% (yoy)

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33% pada 2025, Inflasi Januari 2026 Terkendali 3,29% (yoy)

KABARINDO, SURABAYA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (BI Jatim) berkolaborasi dengan Otonitas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Kantor LPS II Jawa Timur dan Kementerian Keuangan di Provnsi Jawa Timur menyelenggarakan media briefing dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi Melanjutkan Transformasi dan Menjaga Stabilitas Ekonomi Jawa Timur untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Mandiri”.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Senin ( 9/2/2026) tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional 2026 mengusung tema yang sejalan yaitu “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.

Dalam kesempatan tersebut, pimpinan 4 lembaga menyampaikan harapan agar media dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam menyebarkan informasi akurat, meningkatkan literasi ekonomi, serta mengedepankan pemberitaan yang bermbang dan mendukung persepsi positif publik sehingga berdampak pada stabilitas ekonomi.

Ibrahim, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, menjelaskan peran penting ekonomi Jawa Timur secara nasional maupun di pulau Jawa dan secara keseluruhan. Pada 2025, Jawa Timur mencatat tumbuh 5,33% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pada 2024 yang tercatat sebesar 4,93% (yoy). Dari sisi permintaan, membaiknya kinerja ekonomi Jawa Timur ditopang oleh konsumsi rumah tangga, kinerja investasi dan aktmtas ekspor. Sementara di sisi penawaran, akselerasi kinerja terjadi pada Lapangan Usaha (LU) industri pengolahan, LU Pertanian serta LU Akomodasi Makan dan Minuman. Selain itu, kuatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur didukung oleh terkendalinya inflasi pada Januari 2026 sebesar 3,29% (yoy). Inflasi yang terkendali tersebut sejalan dengan kuatnya sinergi dan inovasi program TPID yang dirumuskan dalam kerangka pengendalian mêlasi 2025. Kinerja ekonomi Jawa Timur 2026 diprakirakan akan tetap terjaga baik, pada kisaran 4,9%-5,7% (yoy), ditopang oleh tetap kuatnya konsumsi rumah tangga, investasi dan terjaganya permintaan eksternal,

Sejalan dengan capalan kinerja ekonomi Jawa Timur pada 2025, Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK, Horas V. M. Tarhoran, menyebutkan per Desember 2025, kinerja perbankan nasional menunjukkan total penyaluran kredit sebesar Rp.625,66 trilun atau tumbuh sebesar 1,90% (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp.817,59 triliun atau tumbuh 3,50% (yoy). Stabihtas perbankan juga terjaga tercermin dari rasio NPL yang terjaga baik di level 3,37% dan CAR yang kuat sebesar 31,38%. Ketahanan perbankan terhadap risiko likuditas terjaga sebagamana tercermin dari AUDPK sebesar 26,74% dan AUNCD sebesar 119,31%, di atas tresshold,

“Solidnya kinerja perbankan selama 2025 sejalan dengan capaian positif kinerja pasar modal, asuransi dan penjaminan, dana pensiun, serta perusahaan modal ventura, lembaga keuangan mikro dan lembaga jasa keuangan lainnya (PVML),” ujar Horas Tarihoran.

Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Saiful Islam, menambahkan bahwa sampai dengan Desember 2025, belanja APBN di Jawa Timur tumbuh kuat ditopang oleh Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar 0,74%. Pertumbuhan realisasi belanja APBN sebagai shock absorber, dilakukan melalui Program Pemenksaan Kesehatan Gratis, Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, peningkatan bidang konektivitas dan kesejahteraan. Kuatnya kinerja belanja sejalan dengan terjaganya realisasi pendapatan pajak, kepabeanan dan cukai, serta PNBP yang meningkat di atas target yang ditetapkan sampai dengan Desember 2025.

Kepala LPS II Provnsi Jawa Timur, Bambang 5. Hidayat, mengatakan LPS memastikan SSK dan kinerja ekonomi nasional tetap terjaga melalui program penjamman simpanan yang kredibel dan resolusi bank yang efektif. LPS menjamin penuh lebih dari 665 juta rekening simpanan nasabah di bank umum dan 15,7 juta rekening di BPR/BPRS atau mencakup 99,97% dari total rekening,

Kuatnya perekonomian Jawa Timur pada 2025 dan terjaganya stabilitas sistem keuangan menjadi pondasi bagi ketahanan ekonomi dan keuangan yang berlanjut pada keseluruhan tahun 2026.

Ibrahim menambahkan, dengan memperhatikan tantangan dan peluang yang ada, prospek ekonomi Jawa Timur 2026 diprakirakan akan terjaga baik, dengan inflasi yang tetap terkendali pada rentang sasaran nasional.

Foto: istimewa