Har Ini, Calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margoni Jalani Fit & Proper Test di DPR Ri

Har Ini, Calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margoni Jalani Fit & Proper Test di DPR Ri

KABARINDO,  JAKARTA - Komisi I DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, hari ini, Jumat (2/12/2022).

"Sesuai keputusan Bamus, Komisi I akan melaksanakan uji kelayakan untuk calon Panglima TNI," kata Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Desember 2022.

Sebelum melaksanakan fit and proper test, Komisi I akan melakukan verifikasi data pribadi Yudo Margono. Dalam proses itu, dilakukan oleh pimpinan Komisi I DPR RI dan perwakilan fraksi di DPR RI.

"Lalu jeda, sholat Jumat dan sebagainya. Pada pukul 13.30 kita akan mulai dengan fit and proper test," terang Hasanuddin.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan itu, Hasanuddin mengatakan, akan dimulai dengan paparan dari calon Panglima TNI selama 30 menit. Setelah itu, masing-masing anggota Komisi I DPR melemparkan pertanyaan atas materi yang dijelaskan.

"Kemudian di jawab oleh calon Panglima TNI kira-kira 20 menit. Kalau masih kurang ada pertanyaan lagi ditambah sesuai dengan kebutuhan, tetapi kita harapkan lebih cepat lebih bagus," tandasnya.

Laksamana TNI Yudo Margono sendiri adalah seoang perwira tinggi TNI-AL yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut ke-27 sejak tanggal 20 Mei 2020.

Pria yang lahir pada 26 November 1965 ini merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-XXXIII/Tahun 1988. Ia juga pernah menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I.

Yudo Margono adalah sosok yang lahir dan besar di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Ia lahir dari keluarga yang sederhana dan orangtuanya berprofesi sebagai petani. Ia mengawali pendidikannya di SDN 02 Garon dan menamatkan SMA-nya di SMA Negeri 1 Mejayan.

Sejumlah pendidikan militer pernah ia tempuh di antaranya, AAL (1988 A), Kursus Korbantem (1989), Kursus Perencanaan Operasi Amphibi (1990), Kursus Pariksa (1992), Dikspespa/Kom Angkatan 6 (1992/1993), Diklapa ll/Koum Angkatan 11 (1997/1998), Seskoal A-40 (2003), Sesko TNI A-38 (2011) dan terakhir di Lemhannas Rl PPRA A-52 (2014).

Sebelum menjadi KSAL, Yudo memulai karier militernya sebagai, Asisten Perwira Divisi (Aspadiv) Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332 (1988) kemudian ia dipromosikan menjadi Kadep Ops KRI Ki Hajar Dewantara 364, Palaksa KRI Fatahillah 361, Komandan KRI Pandrong 801, Komandan KRI Sutanto 877, hingga Komandan KRI Ahmad Yani 351.

Setelah itu, ia kembali dipromosikan sebagai Komandan Lanal Tual (2004-2008), Komandan Lanal Sorong (2008-2010), Komandan Satkat Koarmatim (2010-2011), Komandan Satkor Koarmatim (2011-2012), Komandan Kolat Koarmabar (2012-2014), Paban II Opslat Sopsal (2014-2015), Komandan Lantamal I Belawan (2015-2016), Kepala Staf Koarmabar (2016-2017).

Setelah itu, ia kembali dipromosikan menjadi Pangkolinlamil (2017-2018), Pangkoarmabar (2018), Pangkoarmada I (2018-2019), Pangkogabwilhan I (2019-2020), Kasal (2020-Sekarang). Foto; Antara