Kedubes AS di Jakarta dan Polri Bergabung dengan Koalisi Global Berantas Sindikat Penipuan Darin

Kedubes AS di Jakarta dan Polri Bergabung dengan Koalisi Global Berantas Sindikat Penipuan Darin

KABARINDO, Bangkok – Perwakilan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergabung dengan koalisi internasional berskala besar dalam Operasi Pengepungan Sindikat Penipuan Kriminal ke-2 (2nd Criminal Scam Syndicates Surge), yang diselenggarakan pada 2–6 Maret di Pusat

Penanganan Penipuan Siber (Anti Cyber Scam Center/ACSC), Markas Besar Kepolisian Kerajaan Thailand. Operasi Penindakan Bersama (Joint Disruption) ke-dua yang didanai oleh Biro Investigasi Federal (FBI) di Thailand ini, mempertemukan lembaga penegak hukum dan mitra teknologi dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Filipina, Australia, Selandia Baru, dan Indonesia, bersama dengan Meta dan platform perpesanan (messaging) LINE.

Meta memaparkan upaya terdepan di industri teknologi untuk menangkal ancaman penipuan yang berdampak pada kawasan tersebut. Koalisi yang diperluas ini bertujuan untuk memperdalam kemitraan, menyempurnakan sistem kolektif, dan memperkuat tindakan terkoordinasi untuk melawan sindikat penipuan transnasional yang menargetkan jutaan orang di Asia-Pasifik dan sekitarnya.

Selama sepekan, para mitra saling berbagi informasi intelijen yang dapat langsung ditindaklanjuti sehingga memungkinkan mereka untuk menghubungkan berbagai informasi yang terpisah menjadi satu kesatuan dan melumpuhkan jaringan kriminal secara lebih efektif.

Meta membagikan data waktu nyata (real-time) dari platformnya kepada lembaga-lembaga penegak hukum yang berpartisipasi, termasuk perwakilan dari Indonesia, beserta informasi yang dapat ditindaklanjuti guna melindungi warga negaranya.

Sebagai hasilnya, Meta menonaktifkan lebih dari 150.000 akun yang terhubung dengan operasi pusat penipuan (scam center). Sementara itu, Pusat Penanganan Penipuan Siber Kepolisian Kerajaan Thailand berhasil menangkap 21 pelaku dan menyelamatkan lebih dari 300 korban perdagangan manusia yang dipaksa bekerja di pusat-pusat penipuan tersebut. Operasi ini menunjukkan semakin besarnya komitmen global untuk memberantas kejahatan daring terorganisasi dan melindungi masyarakat dari tindak penipuan.

"Kedutaan Besar AS di Jakarta terus berkomitmen untuk mendukung Indonesia dan mitra regional dalam memerangi kejahatan siber serta memajukan keamanan di kawasan Indo-Pasifik," ujar Asisten Atase Penegak Hukum FBI di Kedutaan Besar AS di Jakarta, Son Nguyen. "Kolaborasi dan pertukaran informasi yang berkelanjutan akan membantu membangun lingkungan digital yang lebih aman dan tangguh bagi masyarakat di Indonesia dan di seluruh kawasan."

Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, Brigadir Jenderal Polisi Roberto G.M. Pasaribu, menekankan pentingnya kemitraan ini. “Polri sangat mengapresiasi kesempatan untuk berpartisipasi dalam prakarsa bersama ini serta untuk memperkuat kerja sama dengan mitra-mitra internasional kami. Kolaborasi ini telah memberikan wawasan yang berharga dan semakin meningkatkan kapasitas kolektif kita untuk mengatasi penipuan daring serta berbagai bentuk kejahatan siber transnasional lainnya,” ungkapnya. “Indonesia saat ini sedang menjajaki pembentukan Pusat Penanganan Penipuan (Anti-Scam Center), yang terinspirasi oleh keberhasilan model serupa di Thailand dan Singapura. Dengan bekerja sama dan saling bertukar praktik terbaik, kita dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk memberantas operasi penipuan yang kian canggih.”