Kemenekraf Perkuat Ekosistem Kriya Nasional Lewat Ragam Kriya Nusantara: Ekraf x Pendopo
KABARINDO, JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif menyelenggarakan “Ragam Kriya Nusantara: EKRAF x PENDOPO”. Menteri Ekraf Teuku Riefky menyatakan bahwa subsektor kriya diproyeksikan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional.
"Subsektor kriya memiliki potensi strategis dan berpeluang menjadi the new engine of growth bagi Indonesia. Talenta kreatif adalah modal penting yang harus terus kita dukung,” ujar Menteri Ekraf dalam acara yang berlangsung di Living World Kota Wisata, Jakarta, Sabtu, 29 November 2025.
Program yang dilaksanakan sejak 26-30 November 2025 ini dirancang sebagai wadah bagi pelaku kriya untuk naik kelas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kapasitas produksi. Pelaksana program ini ialah Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain.
“Melalui kolaborasi ini, kita membuka ruang bagi pegiat kriya untuk naik kelas, memperluas pasar, dan menghadirkan produk bernilai tambah tinggi yang tetap berakar pada budaya Nusantara,” tambahnya dalam laman ekraf.
Kegiatan ini dihadiri oleh 70 peserta, terdiri dari pelaku ekraf subsektor kriya serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada industri kreatif. Kehadiran Pendopo Indonesia sebagai mitra strategis diharapkan dapat membuka akses pasar ritel yang lebih luas bagi para pelaku kriya yang difasilitasi.
Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, sekaligus narasumber utama dalam sesi talkshow, mengatakan subsektor kriya memegang peran penting dalam memperkuat ekonomi kreatif. "Terutama melalui peningkatan kualitas, inovasi, dan kesiapan produk untuk menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya pada Jumat.
Talkshow ini juga menghadirkan dua sosok pegiat kriya terkemuka, yaitu F. Widayanto, pendiri F. Widayanto Gallery, serta Thio Siujinata, pendiri Craftote, yang membagikan pengalaman mengenai proses kreatif, tantangan industri, hingga pentingnya menjaga karakter kriya sekaligus tetap relevan di pasar modern.
Head of Pendopo, Putu Laura juga mengatakan, "Melalui sinergi ini, kami berharap jenama lokal dapat semakin dikenal, memiliki akses pasar yang lebih kuat, dan terus mengembangkan kualitas serta keberlanjutan usahanya," kata dia.
Direktur Kriya, Neli Yana, dalam laporannya menegaskan bahwa kolaborasi pemerintah dan industri ritel merupakan langkah penting dalam membuka peluang komersialisasi serta meningkatkan daya saing produk kriya Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak produk kriya yang memiliki kesempatan dipasarkan secara lebih luas, sekaligus memperkuat ekosistem kreatif yang berkelanjutan,” jelasnya. (Karmila)
Comments ( 0 )