Klarifikasi Wali Kota Perkara Banjir Bandar Lampung Dipatahkan Camat

Klarifikasi Wali Kota Perkara Banjir Bandar Lampung Dipatahkan Camat

KABARINDO, BANDAR LAMPUNG - Camat Enggal Muchamad Supriyadi mematahkan pernyataan Wali Kota Eva Dwiana perihal tragedi banjir Kota Bandar Lampung. 

Ceritanya bermula dari klarifikasi terbuka pada Senin, 9 Maret 2026-- Eva Dwiana menyalahkan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung dan Pemerintah Provinsi Lampung. 

"PR yang ada di Bandar Lampung ini bukan tanggung jawab pemerintah Bandar Lampung saja. Tapi tugas balai, tugas pemerintah provinsi..."

Selain itu, ia pun sesumbar pemerintahannya telah melakukan yang terbaik bagi permasalahan di daerah. 

"...tugas kami, kalau kami sudah melakukan yang terbaik untuk daerah," kira-kira begitu katanya dari postingan Tik Tok @tokogiri pasca-rapat koordinasi soal banjir. 

Kini pengetahuan dan kerja nyata Pemkot Bandar Lampung menangani banjir terkuak pasca-video wawancara Camat Enggal Muchamad Supriyadi beredar luas setelah membersihkan drainase di sekitaran Jl. Gatot Subroto Pahoman, Enggal pada 13 Maret 2026.

"Ini atas perintah wali kota Bunda Eva untuk membersihkan karena di sini terjadi endapan tanah bercampur lemak dari rumah makan yamg ada di sekitar sini, dari pagi sampai sore alhamdulilah sudah dapat kita selesaikan sehingga air bisa berjalan dengan lancar," katanya dalam unggahan media Hello Indonesia.

Suprihadi pun mengaku pembersihan drainase ini pihaknya lakukan selama 2 hari setelah menerima laporan masyarakat.

"Pengerjaan baru kemarin, kita liat ada pengendapan. hari ini sudah dua hari. Ada laporan dari masyarakat juga, atas perintah bu wali langsung kita kerjakan. Ini udah lama endapan, karena sudah membeku," lanjutnya.

Rekaman wawancara itu sekaligus menjawab ungkapan terbuka Eva Dwiana yang menyalahkan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung dan menyerang pemerintahan Provinsi Lampung dalam tragedi banjir pada 5-7 Maret 2026 lalu. 

Artinya jajaran pemkot sendiri baru mengetahui  penyumbatan di wilayah kerjanya. 

Tapi Eva Dwiana sudah mengatakan walikota telah bekerja maksimal untuk kepentingam daerah sementara tidak pernah mengetahui drainase di Kota Bandar Lampung banyak yang tidak layak.

Warga pun berharap Pemkot Bandar Lampung harus bekerja ekstra dan mengeluarkan anggaran untuk membersihkan, memperdalam hingga memperlebar drainase agar seimbang dengan debit air musim hujan sehingga paling tidak meminimalisir tragedi banjir tahunan, bukan justru sibuk menyalahkan provinsi maupun balai.