Menhan: Tiim Pengamanan Maduro Sebagian Tewas dalam Operasi AS

Menhan: Tiim Pengamanan Maduro Sebagian Tewas  dalam Operasi AS

KABARINDO,, VENEZUELA --  Sebagian besar tim pengamanan Presiden Venezuela Nicolas Maduro tewas dalam operasi militer Amerika Serikat (AS), Sabtu (3/1), demikian disampaikan Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino, Minggu (4/1).

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Padrino menuduh personel militer AS yang terlibat dalam operasi tersebut telah “secara kejam membunuh sebagian besar tim pengamanan Maduro, para prajurit, serta warga sipil yang tidak bersalah.”

Namun, ia tidak merinci jumlah korban dalam insiden tersebut. Padrino juga menyebut Maduro sebagai “pemimpin sah dan autentik” Venezuela.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa aksi militer AS pada Sabtu (3/1) berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Trump juga menyatakan AS akan menegaskan kendali atas Venezuela untuk sementara waktu, dengan mengerahkan pasukan AS jika diperlukan.

Trump sebelumnya menuduh Maduro terlibat dalam pengiriman narkotika ke AS dan mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu.

Maduro, yang saat ini ditahan di sebuah fasilitas penahanan di New York terkait tuduhan narkotika, membantah seluruh tuduhan tersebut. Pejabat di Caracas juga menyerukan pembebasannya.

Padrino turut menuntut pembebasan Maduro dan istrinya “secepatnya.”

“Kami menuntut dunia internasional untuk memberi perhatian penuh terhadap segala hal yang terjadi terhadap Venezuela, terhadap kedaulatan dan Konstitusi kami,” ujarnya.

Setelah AS menangkap Maduro, Mahkamah Agung Venezuela menginstruksikan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk segera menjabat sebagai presiden sementara.

Padrino menyatakan angkatan bersenjata Venezuela memberikan dukungan penuh kepada Rodriguez.

Ia juga menegaskan dukungan terhadap dekret status darurat eksternal yang berlaku di seluruh wilayah nasional, yang telah ditandatangani sebelumnya.

Menurut Padrino, angkatan bersenjata Venezuela akan terus menggunakan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk menjaga keamanan, ketertiban dalam negeri, serta memelihara perdamaian.

 

Sumber: Anadolu