Mutasi Varian Baru COVID-19 Lebih Banyak dan Serang Anak Muda

Mutasi Varian Baru COVID-19 Lebih Banyak dan Serang Anak Muda
Mutasi Varian Baru COVID-19 Lebih Banyak dan Serang Anak Muda

KABARINDO, Johannesburg - Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) yang dikelola pemerintah Afrika Selatan, Kamis (25/11), menyatakan setidaknya sudah terdeteksi 10 mutasi dari varian baru COVID-19, B.1.1.529, di negara itu.

Varian baru yang diidentifikasi pada hari Selasa (23/11) oleh ahli virus Imperial College London, Tom Peacock, bahkan disebut-sebut memiliki total 32 mutasi lonjakan varian. Sangat tingginya total mutasi varian ini membuatnya mendapat gelar Varian Super. Jumlah mutasi ini juga memungkinkan virus beradaptasi dan menjadi lebih menular, serta lolos dari vaksin. Bandingkan dengan varian Delta, yang saat ini dominan di seluruh dunia, yang hanya memiliki total 16 mutasi.

NICD menyatakan bahwa kasus yang terdeteksi dan persentase yang hasil tesnya positif "meningkat dengan cepat" di tiga provinsi negara itu termasuk Gauteng, yang meliputi Johannesburg dan Pretoria. Para ilmuwan mengatakan sedikitnya telah tercatat 22 kasus positif varian B.1.1.529 di negara itu setelah pengurutan genom.

Disebutkan pula bahwa wabah cluster baru-baru ini diidentifikasi terkonsentrasi di sebuah lembaga pendidikan tinggi di ibu kota Pretoria, dan sejauh ini varian tersebut terlihat menyebar terutama di kalangan anak muda.

"Yang membuat kami khawatir adalah bahwa varian ini kemungkinan tidak hanya meningkatkan penularan, sehingga ia dapat menyebar lebih efisien, tetapi mungkin juga dapat menaklukan bagian dari sistem kekebalan dan perlindungan yang kita miliki," kata peneliti Richard Lessells.

Lessells menambahkan, “Beberapa hari dan minggu mendatang akan menjadi kunci untuk menentukan tingkat keparahan varian.”

Menetralisir varian baru COVID-19 merupakan hal yang "rumit dengan jumlah mutasi yang terkandung dalam varian ini", kata salah satu ilmuwan Penny Moore, karena menurutnya, “Varian ini mengandung banyak mutasi yang tidak kita kenal.”

Pada umumnya, walau varian Covid baru terus diidentifikasi sepanjang waktu, seringkali mereka tidak menyebar luas. Namun, varian B.1.1.529 yang diduga keras berasal dari Bostwana ini kini sudah teridentifikasi di Hong Kong. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa infeksi lebih lanjut akan menyebar melalui perjalanan internasional.