Pakar Biomolekuler : Tidak Perlu Tes PCR Khusus Untuk Tahu Jenis Varian Omicron

Pakar Biomolekuler : Tidak Perlu  Tes PCR Khusus Untuk Tahu Jenis Varian Omicron

KABARINDO, JAKARTA- Meningkatnya jumlah kasus virus corona varian omicron dengan cepat membuat masyarakat mulai khawatir dan mulai memeriksakan diri. Varian Omicron disebut mulai mendominasi dan menggantikan delta.

Sehingga masyarakat berbondong-bondong untuk melakukan swab tes pcr yang khusus bisa mendeteksi varian Omicron. Beberapa fasilitas yang menawarkan tes ini, membandrol harga mulai dari Rp 450 ribu atau lebih mahal dari PCR biasa.

Pakar Biomolekuler Universitas Yarsi Ahmad Rusjdan Utomo memberikan penjelasan tentang fenomena tersebut.

"Sebenarnya sih enggak urgent karena terapinya sama, apapun variannya. Tapi kalau hanya ingin tahu ya boleh-boleh saja kalau memang mampu bayar lebih," ujar Ahmad Rusjdan.

Ia menegaskan bahwa mencari tahu atau mengetahui varian tertentu umumnya hanya untuk kepentingan epidemologis. Sedangkan, untuk masyarakat awam tidak perlu.

"Manfaatnya ada: memenuhi rasa ingin tahu," tulis Ahmad.

Sebelumnya, Menghadapi lonjakan kasus  Covid-19., Kementerian Kesehatan akan meningkatkan pelaksanaan 3T yakni Testing, Tracing dan Treatment terutama di daerah yang berpotensi mengalami penularan kasus tinggi.

“Langkah antisipasi penyebaran Omicron telah kita lakukan dengan menggencarkan 3T terutama di wilayah Pulau Jawa dan Bali,” ujarnya.

Untuk testing, Kemenkes telah mendistribusikan kit SGTF ke seluruh lab pembina maupun lab pemerintah dan memastikan jumlahnya mencukupi. Kapasitas pemeriksaan PCR dan SGTF juga diupayakan untuk dipercepat, sehingga penemuan kasus bisa dilakukan sedini mungkin.

Terkait dengan tracing, Kemenkes akan meningkatkan rasio tracing pada daerah yang jumlah kasus positifnya lebih dari 30 orang untuk mencegah penyebaran yang semakin luas. Proses tracing akan turut melibatkan TNI, Polri dan masyarakat.

Selanjutnya untuk treatment, Kemenkes menjamin ketersediaan ruang isolasi terpusat maupun isolasi mandiri untuk kasus gejala ringan dan tanpa gejala, sementara untuk gejala sedang dan berat telah disiapkan RS dengan kapasitas tempat tidur yang mencukupi. Dengan demikian, pasien terkonfirmasi bisa menjalani isolasi dengan baik guna memutus mata rantai penularan Covid-19.

Mengingat varian ini jauh lebih cepat menyebar dibandingkan varian delta, mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M dan segera mendapatkan vaksin Covid-19.

 

Sumber: Suara.com

Foto: homecare24