Ramadan dan Idul Fitri 2026 Diproyeksikan Jadi Puncak Belanja Online Masyarakat
Ramadan dan Idul Fitri 2026 Diproyeksikan Jadi Puncak Belanja Online Masyarakat
KABARINDO, SURABAYA – Momentum Ramadan dan Idul Fitri 2026 diproyeksikan menjadi puncak konsumsi digital masyarakat Indonesia. Terjadi lonjakan belanja online serta fenomena pergeseran perilaku konsumen yang semakin cerdas dan terencana.
Tradisi digital baru kian hidup di sela waktu sahur dan jelang berbuka. Momen ngabuburit diwarnai aktivitas konsumen yang mempersiapkan kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri lewat layar eCommerce. Antusiasme ini menjadi pendorong utama Ramadan dan Idul Fitri sebagai periode dengan aktivitas belanja online tertinggi di Indonesia.
Laporan Jakpat Consumer & Commerce Outlook 2026 mencatat 95% konsumen usia 17–55 tahun kini memilih berbelanja online, dengan 88% menjadikan eCommerce sebagai kanal utama. Tren ini diperkuat data Nielsen (2025) yang menunjukkan lonjakan belanja rumah tangga hingga 1,2x lipat saat Ramadan, didorong oleh promosi dan penawaran harga yang lebih kompetitif di kanal digital.
Namun di balik pertumbuhan tersebut, Lazada menangkap pergeseran perilaku konsumen yang semakin cerdas dan terencana. Konsumen kini tak hanya mencari harga murah, namun lebih berfokus pada produk bernilai jangka panjang, dan hanya bertransaksi di platform tepercaya yang terjamin kredibilitas dan keamanannya.
Head of Business Growth & Operations, Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, mengatakan pihaknya beradaptasi dengan kebutuhan konsumen yang kini semakin cerdas dan terencana.
“Melalui rangkaian festival belanja Ramadan, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman belanja yang relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini, yang menggabungkan nilai, kualitas dan kepercayaan dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi,” ujarnya.
Antusiasme pelanggan dalam berbelanja sudah mulai terlihat sejak fase awal Ramadan. Data internal Lazada mencatat tren kenaikan pembelian yang signifikan, khususnya di kategori produk perlengkapan rumah, fesyen dan kecantikan. Menariknya, di kategori fesyen, Lazada menangkap lonjakan spesifik pada pencarian busana pria dan anak, menandakan persiapan Lebaran yang lebih menyeluruh.
“Memasuki minggu kedua Ramadan, kami mencatat meningkatnya penjualan televisi yang diperkirakan akan terus meningkat di pertengahan hingga akhir Ramadan. Sementara sejalan dengan tren Ramadan tahun lalu, kami memperkirakan produk ponsel & tablet juga akan terus mengalami peningkatan penjualan jelang hari raya Idul Fitri,” ujar Amelia.
Ia menambahkan, festival belanja Ramadan adalah wujud kolaborasi strategis yang melampaui sekadar kampanye musiman. Inisiatif ini dapat terwujud melalui kemitraan yang kuat dengan para brand yang berbagi visi yang sama untuk menghadirkan nilai terbaik bagi pelanggan.
“Kami berkomitmen untuk terus menyediakan panggung pertumbuhan bagi para mitra brand, khususnya brand lokal Indonesia, melalui dukungan teknologi terdepan, program yang relevan, serta ekosistem yang mendorong kinerja berkelanjutan. Harapannya, momentum Ramadan dapat menjadi akselerator pertumbuhan bersama bagi seluruh mitra kami,” ujar Amelia.
Foto: ilustrasi
Comments ( 0 )