Sambut HUT ke-76 Kota Yogyakatta, Pos Indonesia Luncurkan Prangko Malioboro dengan Terapkan Teknologi QR Code

Sambut HUT ke-76 Kota Yogyakatta, Pos Indonesia  Luncurkan Prangko Malioboro dengan Terapkan Teknologi QR Code

KABARINDO, JAKARTA -  Pos Indonesia melakukan inovasi dengan menerapkan teknologi QR code dalam prangko sehingga para kolektor atau pemilik prangko bisa terakses ke situs yang menyimpan cerita di balik gambar dalam prangko.


Dirut Pos Indonesia, Faizal R Djoemadi menjelaskan, dengan adanya kode QR maka saat perangko di-scan langsung tersambung ke website atau URL sehingga bisa tahu cerita di balik gambar itu. Ada cerita di balik gambar, kejadiannya apa, dan sebagainya.

"Dengan memanfaatkan teknologi, prangko jadi lebih hidup. Tidak hanya gambar mati, tetapi ada cerita di baliknya," kata Faizal dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dia mengungkapkan salah satu perangko yang telah menerapkan teknologi kode QR yakni prangko seri Malioboro yang terdiri tiga desain yaitu Teras Malioboro, Ketandan Malioboro, dan Ngejaman Malioboro. Ketiga prangko itu menggambarkan Malioboro dalam beberapa aspek.

Prangko Malioboro merupakan prangko hasil inovasi serta kolaborasi Pos Indonesia bersama Pemkot Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) yang diluncurkan pada 7 Juni 2023 untuk menyambut perayaan HUT ke-76 Kota Yogyakarta, oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.

Gambaran Malioboro dalam Seri Prangko Malioboro merupakan karya seni pelukis perempuan Yogyakarta, Astuti Kusumo yang menampilkanTeras Malioboro, Ketandan, dan Ngejaman.

Teras Malioboro, merupakan penanda dari sentralisasi ekonomi rakyat yang terdapat di kawasan Malioboro. Ketandan Malioboro merupakan gambaran dari Malioboro sebagai ruang pluralis bagi semua entitas yang hidup di Yogyakarta.

Sedangkan Tugu Ngejaman menjadi ikon Malioboro lintas masa sekaligus presentasi dari sejarah yang terjadi sepanjang evolusi ruas jalan ini.

Ada empat lukisan yang dipatenkan menjadi kesatuan Prangko Seri Maliobro ini yang mana tiga lukisan dijadikan seri prangko dan satu lukisan dijadikan sampul (cover).

Menurut Faizal, peluncuran prangko ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan banyaknya kegunaan prangko. Selain sebagai alat bayar, prangko juga bisa dijadikan benda koleksi yang menjadi pengingat akan sejarah dan budaya suatu daerah, seperti Kota Jogja.

Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo, Wayan Toni Supriyanto menyatakan, Prangko Seri Malioboro selain memiliki nilai intrinsik dan nominal, juga bernilai memorabilia yang menjadi kenangan panjang, tentang bagaimana mengapresiasi Malioboro sebagai ikon sejarah dan pariwisata Kota Jogja.