Selenas PBSI 2026 Resmi Berakhir, Sejumlah Atlet Lanjut Ke Tahapan Tes Berikutnya

Selenas PBSI 2026 Resmi Berakhir, Sejumlah Atlet Lanjut Ke Tahapan Tes Berikutnya

KABARINDO, KARAWANG – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah menyelesaikan pelaksanaan Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026 yang berlangsung pada 3–7 Februari 2026 di Majeh Arena, Wadas, Karawang. Seleknas PBSI ini merupakan bagian dari program pembinaan berjenjang PP PBSI dalam menjaring dan memetakan atlet-atlet potensial menuju Pelatnas PBSI.

 

Seleknas PBSI 2026 diikuti oleh 15 atlet terbaik nasional di masing-masing sektor serta juara Kejuaraan Nasional PBSI 2025. Seluruh peserta menjalani rangkaian pertandingan kompetitif sebagai sarana evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis, fisik, mental, serta potensi pengembangan jangka panjang atlet.

 

Para atlet yang berhasil keluar sebagai juara di masing-masing sektor berhak memperoleh Surat Keputusan (SK) pemanggilan Pelatnas PBSI, dengan ketentuan telah menyelesaikan dan memenuhi standar kelulusan pada rangkaian tes lanjutan yang ditetapkan oleh PP PBSI.

 

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa hasil Seleknas belum menjadi penentu akhir kelulusan atlet ke Pelatnas.

 

“Bagi para juara, status kelulusan saat ini baru mencapai 99 persen dan belum 100 persen karena masih harus menjalani rangkaian tes lanjutan, meliputi tes fisik, kesehatan, dan psikologis. Untuk para finalis, kami harapkan tidak berkecil hati karena masih terdapat proses seleksi lanjutan yang akan dilaksanakan pada 12 Februari 2026. Seluruh atlet diharapkan dapat mempersiapkan diri secara optimal. Informasi teknis terkait pelaksanaan tes akan kami sampaikan kemudian,” ujar Eng Hian.

 

Selain para atlet yang menjadi juara dan finalis, kesempatan mengikuti tes lanjutan juga terbuka bagi atlet yang mencapai babak semifinal dan perempat final. Penentuan nama-nama atlet tersebut didasarkan pada hasil pemantauan berkelanjutan oleh tim pemandu bakat yang telah bekerja sama dgn PP PBSI sejak penyelenggaraan Sirkuit Nasional PBSI pertama pada tahun 2025.

 

Tim pemandu bakat Seleknas PBSI 2026 terdiri atas perwakilan klub dan daerah, yakni Hendrawan (PB Djarum Kudus), Bambang Supriyanto (PB Jaya Raya), Yoga Ukikasah (PB Mutiara Cardinal), serta Hendra Aprida Gunawan (Pelatprov PBSI Jawa Timur). Tim ini bertugas melakukan pemetaan potensi atlet secara komprehensif, mencakup aspek prestasi, teknik, fisik, serta karakter dan kesiapan psikologis.

 

Salah satu anggota tim pemandu bakat, Bambang Supriyanto, menegaskan pentingnya kesungguhan atlet dalam menjalani seluruh tahapan seleksi, khususnya tes psikologis.

 

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, terdapat atlet yang secara teknis telah memenuhi ekspektasi, namun hasil tes psikologisnya belum optimal. Oleh karena itu, kami berharap seluruh atlet dapat mengikuti dan mengisi tes psikologis dengan sungguh-sungguh agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kesiapan mereka,” jelas Bambang.

 

Lebih lanjut, Bambang menilai kualitas atlet pada Seleknas PBSI 2026 secara umum berada pada level yang sangat baik dan sesuai dengan proyeksi tim pemandu bakat.

 

“Secara keseluruhan, kualitas atlet Seleknas PBSI 2026 sesuai dengan yang telah kami perkirakan. Terdapat beberapa atlet yang tampil di luar dugaan. Awalnya kami memproyeksikan atlet kelahiran 2008, namun sejumlah atlet kelahiran 2007 justru mampu menunjukkan performa yang sesuai dengan kriteria. Faktor kesiapan, kualitas persiapan, serta kemauan yang kuat menjadi pembeda, sehingga terdapat beberapa hasil di luar prediksi, termasuk gugurnya atlet unggulan di babak delapan besar,” tambahnya.

 

Terkait kriteria pemilihan atlet, Bambang menjelaskan bahwa prestasi dan kualitas teknik menjadi indikator utama dalam proses seleksi menuju Pelatnas PBSI.

 

“Prestasi menjadi indikator pertama, kemudian diikuti dengan kualitas teknik. Dalam sistem pertandingan 21 poin yang digunakan saat ini, kualitas teknik menjadi aspek yang sangat krusial. Atlet dengan teknik dasar yang kurang memadai akan sulit dikembangkan secara optimal, terlebih jika hanya mengandalkan kekuatan fisik,” tutup Bambang.

 

Berdasarkan hasil akhir Seleksi Nasional PBSI 2026, PB Djarum Kudus menjadi klub dengan perolehan gelar terbanyak dengan meloloskan tiga wakilnya sebagai juara. PB Jaya Raya Jakarta dan Gideon Badminton Academy masing-masing menyumbangkan satu gelar juara.

 

Berikut hasil pertandingan final Seleksi Nasional PBSI 2026 di masing-masing sektor:

• Ganda Taruna Campuran (GTC) Ikhsan Lintang Pramudya/Salsabila Zahra Aulia (PB Djarum Kudus) mengalahkan Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica (PB Djarum Kudus) dengan skor 21-18, 21-17.

• Tunggal Taruna Putri (TTI)

Jolin Angelia (PB Djarum Kudus) mengalahkan Wening Arviani Sabrina (Pelatkot Tangsel) dengan skor 21-13, 23-21.

• Tunggal Taruna Putra (TTA)

Denis Azzarya (PB Jaya Raya Jakarta) mengalahkan Izza Al-Faruq Aston Martin (Exist Badminton Club) dengan skor 21-11, 15-21, 21-8.

• Ganda Taruna Putra (GTA)

Joseph Marcellino Kyta/Joven Farandi (Gideon Badminton Academy) mengalahkan Ardiola Dionilo/Raffarel Radzinski Sadad (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya) dengan skor 21-19, 21-19.

• Ganda Taruna Putri (GTI)

Halifia Usni Pratiwi/Selsi Josika (PB Djarum Kudus) mengalahkan Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri (PB Djarum Kudus) dengan skor 23-21, 19-21, 21-14.

 

Melalui pelaksanaan Seleksi Nasional PBSI 2026 ini, PP PBSI menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan sistem pembinaan atlet yang terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis evaluasi menyeluruh. Proses seleksi tidak semata-mata menitikberatkan pada hasil pertandingan, tetapi juga memperhatikan aspek teknik, fisik, mental, serta potensi pengembangan jangka panjang atlet. PP PBSI berharap atlet-atlet yang terjaring melalui Seleknas ini dapat menjadi bagian dari regenerasi bulutangkis nasional dan dipersiapkan secara optimal untuk menghadapi berbagai kejuaraan internasional di masa mendatang, sejalan dengan target prestasi bulutangkis Indonesia di tingkat dunia.