Tinjau Pelatnas di Hotel Sultan, Ketum PP PESTI Tekankan Disiplin dan Target Prestasi Lebih Tinggi
KABARINDO, JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP PESTI), Brigjen Polisi Dr. Awal Chairuddin, melakukan kunjungan langsung ke pemusatan latihan nasional (pelatnas) timnas soft tennis Indonesia di Hotel Sultan Jakarta, kawasan Senayan, Rabu (25/3/2026).
Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari pemantauan kesiapan atlet menuju Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang.
Didampingi Pembina PP PESTI, Halim Djaya Prawira serta Gatot Widakdo (Kabid Humas dan Media PP Pesti), Awal Chairuddin meninjau langsung fasilitas latihan serta akomodasi yang digunakan para atlet selama menjalani program pelatnas. Ia memastikan seluruh sarana dan prasarana mendukung optimalisasi performa atlet.

Dalam pelatnas kali ini, PP PESTI menurunkan tujuh atlet terbaik yang terdiri dari lima atlet putra dan dua atlet putri. Mereka didampingi dua pelatih serta berada di bawah koordinasi manajer tim, Ferly Montolalu.
Awal Chairuddin menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak hanya bertumpu pada bakat semata, tetapi membutuhkan keseriusan dalam proses yang panjang dan terukur. Ia menekankan pentingnya fokus, disiplin, dan konsistensi sebagai fondasi utama dalam meraih prestasi.
“Menjadi atlet bukan hanya soal kemampuan, tetapi soal keseriusan menjalani proses. Fokus, disiplin, dan konsistensi dalam berlatih adalah kunci utama untuk mencapai prestasi,” ujar Awal Chairuddin.
Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara aspek fisik, mental, dan kemampuan teknik (skill) dalam membangun performa atlet yang kompetitif.
“Atlet harus memiliki kondisi fisik yang prima, mental yang kuat menghadapi tekanan, serta kemampuan teknik dan strategi yang matang. Tanpa keseimbangan ketiga aspek tersebut, sulit mencapai performa optimal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Awal menjelaskan bahwa pelatnas yang berlangsung selama enam bulan, mulai Maret hingga September 2026, harus dijalankan dengan perencanaan yang matang dan terstruktur.
Setiap fase latihan dituntut memiliki target yang jelas, disertai evaluasi berkala serta waktu pemulihan yang cukup.
“Program latihan harus terarah dan berkelanjutan. Setiap bulan ada target, ada evaluasi, dan ada perbaikan. Di situlah peran pelatih sangat penting dalam mengawal perkembangan atlet,” tambahnya.
Selain kesiapan teknis, ia juga menekankan pentingnya pemahaman atlet terhadap sistem kompetisi dan karakter lawan yang akan dihadapi di ajang internasional.
Menurutnya, kesiapan bertanding tidak hanya dibangun di lapangan, tetapi juga melalui strategi dan analisis.
Di sisi lain, dukungan organisasi dan lingkungan yang kondusif dinilai menjadi faktor penting dalam menunjang perkembangan atlet. Awal memastikan PP PESTI akan terus memberikan dukungan penuh demi terciptanya ekosistem pembinaan yang profesional.
Sementara itu, manajer tim Ferly Montolalu mengungkapkan bahwa target yang dibebankan kepada timnas pada Asian Games 2026 lebih tinggi dibandingkan capaian sebelumnya.
“Pemerintah melalui Kemenpora mengharapkan hasil yang lebih baik. Jika sebelumnya meraih perak, maka ke depan harus ditingkatkan menjadi emas,” ujar Ferly.
Adapun komposisi atlet timnas soft tennis Indonesia yang dipersiapkan untuk Asian Games 2026 terdiri dari Tio Juliando Hutahuruk, Fernando Sanger, Rizky Zammy, Bagus Angga Boedy P, dan Reza Pahlefi di sektor putra, serta Siti Nur Arasy dan Allif Nafiiah di sektor putri.
Dengan persiapan yang matang dan komitmen tinggi dari seluruh elemen tim, PP PESTI optimistis timnas soft tennis Indonesia mampu tampil kompetitif dan mengukir prestasi terbaik di pentas Asian Games 2026.
Comments ( 0 )