Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta Minta Maaf

Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta Minta Maaf

KABARINDO, SURABAYA - Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta meminta maaf atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang Jawa Timur. Dalam tragedi itu, 125 nyawa orang melayang.

"Saya sebagai Kapolda prihatin sekaligus meminta maaf jika di dalam proses pengamanan yang berjalan terdapat kekurangan," ujarnya saat menjenguk korban luka di RSUD Syaiful Anwar bersama Forkopimda Jawa Timur, Selasa, (4/10/2022).

"Ke depannya akan kami evaluasi bersama pihak terkait. Harapannya ke depan adalah pertandingan sepakbola yang aman nyaman dan menggerakkan ekonomi," imbuhnya.
   
Nico menambahkan, Polda Jatim bersama tim Mabes Polri akan melakukan upaya semaksimal mungkin untuk korban yang luka mendapatkan bantuan perawatan.

"Bapak Kapolri memberikan perhatian secara khusus kepada seluruh korban dengan memberikan bantuan perawatan kepada setiap korban dan diserahkan kepada keluarga masing-masing," ujarnya.

Polda Jatim juga akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait perbaikan sarana prasarana yang rusak. Usai proses kemanusiaan selesai, jenderal bintang dua ini menegaskan akan melakukan proses penegakan hukum kepada siapa saja yang bersalah dalam peristiwa ini. 

"Kami akan melakukan proses penegakkan hukum kepada siapa saja yang bersalah setelah proses kemanusiaan selesai. Kami berdoa semoga semua permasalahan ini bisa diselesaikan bersama-sama," katanya.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyatakan kesedihan dan berharap korban luka dapat lekas sembuh. "Kami sangat merasakan kesedihan mereka dan berharap anggota keluarganya bisa sembuh. Namun, kita ketahui bahwa manusia hanya bisa berusaha dan tuhan yang menentukan," ujarnya.

Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar menuturkan, segala fasilitas baik korban meninggal dan luka akan ditanggung. Tercatat sudah ada 21 jenazah yang sudah teridentifikasi.

"Dari 56 korban, Alhamdulillah 26 orang sudah bisa pulang, 7 orang masih ada di ICU. Semoga kami punya kekuatan yang lebih bagus lagi untuk menangani para korban," ujarnya.