Tren Baju Lebaran Gen Z dan Milenial 2026
Tren Baju Lebaran Gen Z dan Milenial 2026
Mayoritas responden mematok bujet untuk satu set baju Lebaran sekitar Rp.500.000, Milenial miliki bujet lebih dari Rp.1.000.000
KABARINDO, SURABAYA - Kata Idulfitri berakar dari Bahasa Arab ‘Id al-Fitr, yang secara harafiah dapat diartikan sebagai kembali kepada kesucian. Tak heran perayaannya dikaitkan dengan mengenakan pakaian baru sebagai perlambang pembaruan diri. Namun penelitian terbaru, Populix menemukan adanya pergeseran makna baju Lebaran dari beberapa tahun sebelumnya. Selain itu, riset yang dilakukan kepada 1.000 orang Gen Z dan milenial ini juga mengulik tren baju Lebaran tahun ini.
Penelitian tentang Makna Baju Lebaran Menurut Gen Z dan Milenial dilaksanakan pada 18-19 Februari 2026. Penelitian ini dilakukan melalui survei kepada 1.000 responden yang terdiri dari 51% Gen Z dan 49% Milenial. Sebagian besar responden beragama Islam dengan persentase laki-laki dan perempuan yang seimbang.
Tak harus baru, asal kompak
Susan Adi Putra, Research Director Populix, menjelaskan hampir sepertiga masyarakat masih mengidentikkan Idulfitri dengan baju baru, namun mayoritas Gen Z dan Milenial kini memiliki pandangan lain. Mereka cenderung mementingkan kelayakan dan kondisi keuangan dibandingkan harus memaksakan untuk membeli baru.
Sekitar 30% dari total responden menyatakan kelayakan baju menjadi faktor yang lebih penting. Kemudian sekitar 26% lainnya menyatakan pembelian baju baru hanya akan dilakukan dalam kondisi keuangan yang baik. Sedangkan hanya 29% responden yang masih mengidentikkan Lebaran dengan baju baru.
Saat ini masyarakat cenderung lebih mementingkan pakaian Lebaran yang serasi. Hal ini terlihat dari rencana tujuh dari sepuluh keluarga di Indonesia yang akan mengenakan baju serasi untuk lebaran. Empat di antaranya menyatakan akan mengenakan baju serasi dengan keluarga besar, sedangkan sekitar tiga keluarga memilih untuk membatasi baju serasi hanya dengan keluarga inti. Ada banyak faktor yang menjadi alasan tren ini. Baju yang serasi dipandang sebagai simbol kebersamaan keluarga pada momen lebaran, foto bersama keluarga juga dapat terlihat lebih rapi.
Tema diputuskan bersama, terinspirasi dari dunia maya
Pilihan gaya dan warna baju Lebaran umumnya diputuskan secara bersama-sama, terutama bagi kalangan Milenial. Namun sebagian dari Gen Z masih mengikuti pilihan orang tua. Bujet yang dipatok oleh mayoritas responden untuk satu set baju Lebaran sekitar Rp.500.000 atau kurang. Dibandingkan Gen Z, Milenial cenderung memiliki bujet lebih besar yang mencapai lebih dari Rp.1.000.000.
Kemudian sebanyak 82% dari total responden mencari sumber inspirasi untuk baju Lebaran melalui media sosial, diikuti live streaming sebanyak 39%. Hal ini menegaskan pengaruh kuat medsos dan platform digital dalam mempromosikan produk fesyen.
Tampil minimalis
Susan mengungkapkan, pada Lebaran tahun ini mayoritas Gen Z dan Milenial sepakat untuk memilih gaya berpakaian yang minimalis dan rapi, dengan potongan sederhana dan warna-warna netral. Kemudian diikuti oleh tren pakaian fungsional dan praktis, yang harapannya dapat dipakai kembali untuk aktivitas lain setelah Idulfitri.
Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat perbedaan terkait selera warna antara laki-laki dan perempuan. Mayoritas perempuan menyukai warna-warna earth tone seperti beige, olive, khaki, cokelat dan warna-warna pastel. Di sisi lain, laki-laki cenderung menyukai warna putih, diikuti warna earth tone dan hitam/gelap yang netral.
Comments ( 0 )