Warteg Sultan Termahal di Jakarta, Tak Pernah Sepi Pelanggan

Warteg Sultan Termahal di Jakarta, Tak Pernah Sepi Pelanggan

KABARINDO, JAKARTA -  Warung Tegal (Warteg) hingga kini masih banyak menjadi pilihan masyarakat karena menawarkan lauk yang bermacam-macam. Selain itu harganya juga lebih bersahabat.

Namun berbeda dengan warteg di Gang Mangga yang lokasi di Kemurnian, Glodok, Jakarta Barat. Warteg ini diklaim menjadi warteg termahal di Jakarta. Makan satu porsi lengkap dengan lauk-pauk yang dipilih bisa mencapai Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu sekali makan.

Warteg ini menawarkan 40 jenis lauk yang tersedia. Untuk harga per lauknya sekitar Rp 15.000, sedangkan untuk gorengannya dijual dengan harga Rp 3000 per biji. Semua lauk ini dibuat secara fresh dan berkala. Pilihan menunya beragam, ada ikan, ayam, daging, sayur, gorengan hingga makanan tumis.

“Di sini itu sistemnya sama kaya warteg lainnya, kita hitung per lauk sesuai yang dipilih pembeli. Rata-rata harga per lauk memang Rp 15.000, yang paling mahal ikan tenggiri. Itu harganya Rp 20.000. kalau yang paling murah, harga lain di sini ada aneka gorengan seperti tempe, tahu, bakwan itu Rp 3000 saja,” ujar Je, pegawai di Warteg Gang Mangga.

Meskipun tergolong mahal dibanding warteg pada umumnya, warteg yang berdiri sejak tahun 1978 ini tak pernah kehilangan pelanggan. Warteg ini buka selama 24 jam dan buktinya selalu ramai dipenuhi pelanggan. Terkadang pelanggan pun harus rela mengantre agar bisa makan di warteg ini.

“Tak pernah tutup, kita buka dari tahun 1978. Selama 24 jam itu, biasanya bisa habiskan sekitar 50 kg nasi dalam beberapa jam sekali. Tapi itu hanya itungan kasar ya, kalo berapa ratus porsi yang abis itu kita tidak pernah hitung,” kata Je.

Rata-rata pengunjung yang datang kesini akan kembali lagi. Hal ini dikarenakan makanan di warteg ini memang enak meskipun memang harganya lebih mahal. Menu andalan di Warteg Gang Mangga ini adalah sambel pete, ikan tenggiri goreng, ayam goreng serundeng, tumis usus hingga cumi asin.

Berbeda dengan warteg pada umumnya, di Warteg Gang Mangga ini juga menyajikan menu rawon. Bukan rawon khas Jawa Timur, melainkan rawon khas Tegal yang berkuah kental dan berwarna kuning.  

“Selain sambel pete, orang-orang suka makan rawon. Di sini rawon Tegal itu warnanya memang kuning ya, dia pakai tetelan sapi dan daging sandung lamur. Kenyal-kenyal gurih, bumbunya standar seperti bawang merah, kunyit hingga cabe,” tutur Je.

Menurut pegawai Warteg Gang Mangga tersebut, menu rawon tegal ini banyak digemari orang. Rawon menjadi menu favorit selain sambel pete dan cumi asin. Rawon ini disajikan terpisah dengan mangkok kecil agar memudahkan proses makanannya.

Sumber: Okezone.com, Detik.com

Foto: Okezone.com