Bintang-Bintang Bertaburan di Cakrawala SMAN 1 Majene Sulawesi Selatan

Bintang-Bintang Bertaburan di Cakrawala SMAN 1 Majene Sulawesi Selatan

Oleh: Munadjat Mubarak

KABARINDO, MAKASSAR - Hari itu kamis siang tanggal 9 maret 2023 dicakrawala SMA 1 majene dipenuhi para bintang. Kok ada bintang disiang hari, ya iyalah bisa saja, bintang-bintang yang dimaksud adalah bintang-bintang kelas (siswa-siswi terbaik) pada masanya, bintang-bintang cantik dan tampan diwaktu SMA (sampai sekarangpun masih nampak *malolo* cantik nan ayu dan *makappa'* tampan berwibawa), dan bintang-bintang para alumni tahun 1980 yang berhasil diberbagai bidang, ada yang menjadi ibu rumahtangga hebat, berwirausaha sukses dengan skala mikro-kecil-menengah, adapula yang berhasil menata karier sebagai PNS (eselon 1, 2, 3 di pusat, provinsi, dan kab/kota) dan terlebih ada *petinggi POLRI (sampai jenderal bintang 3),* serta dilengkapi para bintang selebgram, content creator, pewarta medsos dari makassar;

Sosok bintang paling berbinar hadir saat itu yang menjadi central figur tak lain adalah *Komjen Pol (Pur) DR (HC) H Syafruddin Kambo, MSi*; 

Predikat bintang yang disematnya sangat sempurna karena beliau pada masa SMA menjadi salahsatu *bintang kelas* sekaligus *bintang idola* sebagai remaja gagah nan simpatik, ketika masuk AKABRI *sang bintang semakin berbinar,* betapa tidak ia merupakan peserta lulus tes terbaik se Indonesia tahun 1981 dan purna Akabri Kepolisian sebagai *the big ten,* sehingga penempatan pertamanya sebagai abdi bhayangkara di Polda DKI.

Dengan berjalannya waktu jabatan strategis terus diemban mulai dari DanPatko saat Pama, Kapolsek, Kapolres, dan Ajudan Wakil Presiden ketika Pamen, hingga menyemat bintang 1, 2, hingga bintang 3 dikala Pati dengan jabatan antara lain: Wakapolda, Kapolda, Kalemdiklatpol, Kadiv Propam, dan Wakapolri);

Dengan pangkat bintang 3 pada saat menjabat *Wakapolri* beliau dipercaya sebagai *Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB)* kabinet Jokowi-JK;

Kembali ke bumi dan cakrawala SMA 1, beliau hadir tidak semata ingin bernostalgia namun lebih dari itu ada misi *love and care* terhadap anak siswa-siswi sebagai generasi penerus berikut pengajar dan staf sekolah;

Pada momen itu beliau memberikan *beasiswa kepada 10 siswa-siswi terbaik* dengan kriteria berprestasi (SDM oke) dan relatif kurang mampu dari latar belakang ekonomi keluarga, yang masing-masing memperoleh *Rp 25 juta per siswa/siswi*, sementara kepsek (kepala sekolah) dan guru-guru akan menikmati liburan gratis ke Bali sebagai hadiah untuk sosok para pahlawan tanpa tanda jasa;

Bintang-bintang masa lalu yang terus bersinar, Insya Allah akan muncul lagi bintang-bintang masa kini sebagai regenerasi yang akan membanggakan sekolah, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Masa kini dan masa depan silih berganti akan menghadapi berbagai tantangan, namun harus optimis mampu menghadapi dan meraih kejayaan *diulang tahun emas RI 2045* yang akan datang;
Lebih jauh Pak Jenderal Syaf *memotivasi* siswa-siswi kepada siapa saja yang berprestasi, tidak terbatas kepada 10 orang penerima beasiswa, tetapi siswa-siswi lainnyapun jika progresnya meningkat dan berprestasi lagi, bahkan ketika lulus Perguruan Tinggi (PT) sekalipun dapat memperoleh beamahasiswa (beasiswa) jika berprestasi, malah ditantang menembus PT negeri unggulan di Indonesia, PT terkemuka di Asia dan Eropa, *AsSalam FilAlamin (ASFA) Foundation* yang beliau pimpin langsung akan siap mendanai;

Endingnya para alumni, pengajar, siswa-siswi menyatu dalam keharuan, kebahagiaan, dan kebanggaan yang luar biasa, berfoto bersama, bernostalgia, berbincang-bincang, dan bersilaturrahim, *happiness;*.

Dengan demikian seolah-olah *full charge* sehingga kedepan semangat juang belajar akan terus membara, demi meraih cita-cita yang membahagiakan dan membanggakan, *Insya Allah.* 

Foto: Istimewa