Malam 7 Hari Syafruddin Kambo Dihadiri Ulama, Tokoh Nasional hingga Internasional
KABARINDO, JAKARTA – Malam 7 hari wafatnya Mantan Wakapolri Komjen Polisi (Purn) Dr. H. Syafruddin Kambo, M.Si., berlangsung khidmat di kediamannya, Jalan Jenggala, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2025).
Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB itu dihadiri oleh keluarga besar, para ulama, pejabat tinggi, serta tokoh nasional dan internasional. Tampak hadir Duta Besar Yordania untuk Indonesia yang turut bertakziyah, serta sejumlah tokoh yang memiliki hubungan dekat dengan almarhum.
Dalam kesempatan tersebut, beberapa tokoh menyampaikan kesan mendalam tentang sosok Syafruddin Kambo semasa hidupnya. Brigjen Polisi Dr. Awal Chairuddin dan Ustaz KH. Das’ad Latif menegaskan bahwa almarhum adalah pemimpin yang tidak hanya tegas dan berwibawa, tetapi juga selalu menjaga serta memuliakan para ulama.
"Tak banyak pemimpin yang berani bersikap tegas dalam menjaga dan membela ulama seperti Syafruddin Kambo," ujar KH. Das’ad Latif di hadapan jemaah yang hadir.
Ia juga mengingatkan bagaimana almarhum kerap membela ulama dari stigma negatif dan memastikan aparat kepolisian melindungi para pemuka agama.
"Di saat banyak pihak menuduh ulama sebagai penyebar paham radikal, beliau dengan tegas menyatakan bahwa masjid bukan sarang radikalisme dan meminta anak buahnya untuk menjaga para ulama. Inilah sosok pemimpin sejati," lanjutnya.
Dedikasi Syafruddin Kambo untuk Ulama dan Dunia Islam
Semasa hidupnya, Syafruddin Kambo dikenal memiliki kedekatan yang erat dengan para ulama, dunia pesantren, serta perguruan tinggi Islam di Timur Tengah, khususnya Mesir, Arab Saudi, dan Yordania. Melalui Asfa Foundation yang dipimpinnya, ia aktif menjembatani kerja sama antara institusi pendidikan Islam di Indonesia dengan universitas terkemuka di Timur Tengah.
Berbagai inisiatif dilakukan almarhum untuk memperkuat hubungan keilmuan dan dakwah Islam. Asfa Foundation di bawah kepemimpinannya telah mengirimkan banyak mahasiswa Indonesia untuk menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar Mesir, Universitas Islam Madinah, serta sejumlah institusi terkemuka di Yordania.
Tidak hanya itu, Syafruddin Kambo juga aktif dalam kegiatan dakwah dan pendidikan Islam, menghadiri berbagai forum internasional, serta memperjuangkan peran ulama dalam membangun masyarakat yang moderat dan damai.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak, terutama bagi kalangan ulama, akademisi, dan masyarakat luas yang merasakan langsung kepeduliannya terhadap pendidikan dan pengembangan dakwah Islam.
Acara malam 7 harian ini pun ditutup dengan doa bersama, memohon agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Comments ( 0 )