Memupuk Swasembada Pangan di Tanah Priangan

Memupuk Swasembada Pangan di Tanah Priangan
Memupuk Swasembada Pangan di Tanah Priangan

PEMUPUKAN : Dua orang petani sedang bersiap melakukan pemupukan kopi di Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Ciamis Jawa Barat, Senin (22/12/2025). Menggunakan pupuk produksi PT Pupuk Indonesia (Persero),produktivitas hasil pertanian di kawasan itu terus meningkat dan kesejahteraan petani pun ikut terdongkrak. (FOTO : Kabarindo.com/Anton C)

________

 

CIAMIS – Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tengah mengakselerasi program swasembada pangan dengan mengoptimalkan potensi buah-buahan lokal. Empat komoditas utama yakni pepaya, anggur, kopi, dan durian kini diproyeksikan menjadi pilar ekonomi baru bagi petani di wilayah Tatar Galuh tersebut.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya permintaan pasar domestik serta upaya mengurangi ketergantungan pada buah impor. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis menyatakan bahwa diversifikasi pangan berbasis buah-buahan memiliki nilai ekonomis tinggi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan.


Kabupaten Ciamis memiliki karakteristik tanah yang mendukung berbagai jenis tanaman hortikultura. Pepaya California menjadi primadona karena masa panen yang cepat dan serapan pasar yang stabil ke kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta.

Meski tergolong baru, budidaya anggur mulai menjamur di kalangan komunitas petani milenial Ciamis. Penggunaan teknologi greenhouse memungkinkan varietas impor seperti Jupiter dan Ninelle tumbuh subur di iklim tropis Ciamis.

PEPAYA CALIFORNIA : Petani sedang merawat pepaya California yang ditanam di Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Ciamis, Jawa Barat, Senin (22/12/2025). Pepaya di kawasan ini memiliki kualitas istimewa dengan dukungan NPK Phonska dari PT Pupuk Indonesia (Persero). Selain padi, hasil pertanian buah-buahan banyak berasal dari daerah ini. (FOTO : Kabarindo.com/Anton C)

______


Sedangkan  Kopi Ciamis, khususnya dari lereng Gunung Sawal, mulai menembus pasar nasional. Pemerintah terus mendorong standarisasi pascapanen agar biji kopi (green bean) asal Ciamis memiliki daya saing global. Penanaman durian varietas unggul seperti Musang King dan Bawor mulai digalakkan untuk mendampingi durian lokal Ciamis yang sudah memiliki pelanggan setia.
Untuk mencapai target swasembada, tantangan utama yang dihadapi petani adalah perubahan iklim dan akses permodalan. Pemkab Ciamis pun mulai menyalurkan bantuan bibit unggul serta pendampingan teknis melalui penyuluh pertanian di tiap kecamatan.


“Sektor pertanian harus diperkuat agar Indonesia mampu menjadi negara yang mandiri dan sejahtera pada 2045. Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan kita. Kita harus mulai dari sekarang memperkuat sektor ini agar Indonesia kokoh di masa depan,” tegas Bupati Ciamis Herdiat Sunarya  saat bertemu Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ciamis, Kamis (11/12/2025).