Tren Keuangan dan Investasi Generasi Milenial dan Gen Z pada 2024

Tren Keuangan dan Investasi Generasi Milenial dan Gen Z pada 2024

Tren Keuangan dan Investasi Generasi Milenial dan Gen Z pada 2024

Surabaya, Kabarindo- Prioritas finansial dari generasi milenial dan Gen Z pada 2024 menunjukkan gambaran menarik tentang tahap kehidupan, sikap dan aspirasi mereka.

Bagi generasi milenial, perencanaan keuangan mereka berpusat pada tanggung jawab untuk kebutuhan keluarga dan persiapan keuangan jangka panjang. Fokus utama mereka adalah memastikan stabilitas dan kenyamanan keluarga, termasuk menjamin kesejahteraan dan masa depan yang cerah bagi anak-anak mereka.

Sebaliknya, perencanaan keuangan dari Gen Z ditentukan oleh masa muda mereka dan situasi saat ini. Fokus keuangan mereka ditujukan pada gaya hidup, hobi dan rekreasi. Hal ini mencerminkan keinginan Gen Z untuk bersenang-senang dan mencoba pengalaman baru.

George Hendrata, Chief Executive Officer tiket.com, mengatakan dalam hal preferensi liburan, milenial dan Gen Z memiliki karakter yang berbeda. Gen Z lebih senang mengunjungi tempat-tempat yang Instagramable dan trending, sementara milenial cenderung lebih menyukai perjalanan bersama keluarga. Persamaannya yaitu preferensi mereka terhadap ketersediaan beragam opsi produk sebagai solusi lengkap perjalanan dengan harga bersaing.

“Karena itu, kami meluncurkan berbagai inovasi untuk memenangkan kedua pasar ini, yang memungkinkan milenial dan Gen Z untuk mengatur biaya perjalanan mereka melalui aplikasi kami. Kami juga berkomitmen untuk memberikan harga yang bersaing dengan fitur Jaminan Harga Termurah, serta mendukung fleksibilitas perjalanan dengan 100% refund dan reschedule,” ujarnya pada Selasa (2/1/2024).

Meski demikian, studi menunjukkan bahwa milenial maupun Gen Z setuju bahwa menabung (78%) dan berinvestasi jangka panjang (58%) merupakan tujuan keuangan yang dianggap paling penting, disusul oleh tabungan pensiun (45%), tabungan untuk membeli rumah (45%), memulai bisnis (40%), membeli mobil baru (26%), liburan ke luar negeri (21%) dan tabungan pendidikan anak (21%). Lima prioritas tujuan keuangan dari milenial dan Gen Z meliputi dana darurat, investasi, dana pensiun, membayar utang dan menabung untuk membeli barang tertentu.

Di era teknologi saat ini, milenial dan Gen Z juga menunjukkan literasi pengelolaan keuangan yang lebih baik. Sebanyak 60% responden mengatakan mereka membuat anggaran keuangan, 54% melacak pengeluaran mereka secara teratur, 38% menggunakan aplikasi keuangan untuk mengelola pengeluaran, serta berbagai upaya investasi dalam berbagai instrumen yang lebih banyak ditunjukkan oleh responden laki-laki.

Menariknya, sebagai salah satu upaya dalam mengelola keuangan, laki-laki lebih menunjukkan keterbukaan untuk berkonsultasi dengan ahli keuangan dibandingkan perempuan. Studi menunjukkan hampir setengah dari responden perempuan menunjukkan keraguan dalam berkonsultasi yang didorong oleh rasa tidak percaya dengan saran yang diberikan dan biaya yang harus dikeluarkan untuk berkonsultasi.

Sementara itu, dalam hal investasi, milenial dan Gen Z sama-sama menganggapnya sebagai jaminan terhadap keamanan finansial di masa depan. Namun, terdapat perbedaan tujuan berinvestasi antara milenial dan Gen Z. Secara umum, milenial lebih memahami tentang potensi dan strategi keuangan melalui investasi. Mereka mengutamakan untuk memperoleh keuntungan tinggi dengan risiko sekecil mungkin dari investasi yang dijalankan. Sedangkan Gen Z, meskipun menunjukkan ketertarikan tinggi dalam hal investasi untuk masa depan, perilaku investasi mereka masih terhambat oleh keterbatasan anggaran dan pengetahuan tentang opsi investasi yang beragam.

Riadi Esadiputra, Chief Commercial Officer Pluang, mengatakan pihaknya melihat akselerasi digital yang dibawa oleh pandemi Covid-19 dua tahun lalu telah mendorong peningkatan pemahaman milenial dan Gen Z terkait investasi untuk masa depan. Hingga saat ini, Pluang secara aktif memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang berbagai instrumen investasi beserta profil risiko yang dimiliki oleh masing-masing instrument.

“Dengan demikian, mereka bisa membuat perencanaan investasi yang matang untuk mencapai tujuan finansial di masa depan,” ujarnya.