Di Jepang, Jusuf Kalla Soroti Masjid As Sholihin sebagai Simbol Gotong Royong dan Akhlak

Di Jepang, Jusuf Kalla Soroti Masjid As Sholihin sebagai Simbol Gotong Royong dan Akhlak

KABARINDO, JAKARTA — Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia sekaligus Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menyampaikan apresiasi mendalam atas pembangunan Masjid As Sholihin di Yokohama, Jepang—sebuah karya kolektif umat yang dinilainya bukan sekadar menghadirkan rumah ibadah, tetapi juga meneguhkan semangat peradaban Islam di tengah masyarakat global.

Apresiasi tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat menghadiri Halal Bihalal di Gedung DMI Pusat, Jakarta, Jumat (24/4/2026), sembari merefleksikan kunjungannya ke Jepang usai Idulfitri. Dalam lawatannya itu, ia meresmikan Masjid As Sholihin yang diprakarsai oleh Cinta Qur'an Foundation di bawah kepemimpinaǰn Fatih Karim.

LMenurut Jusuf Kalla, berdirinya Masjid As Sholihin merupakan bukti nyata kekuatan gotong royong umat lintas negara. Ia menilai, kontribusi para donatur dan relawan dari berbagai latar belakang telah melahirkan sebuah pusat ibadah yang sekaligus menjadi simpul persatuan diaspora Indonesia di Jepang.

“Masjid ini bukan hanya tempat salat, tetapi ruang untuk mempersatukan umat, mendidik generasi, dan memperkuat kehidupan sosial,” ujarnya.

Lebih jauh, Jusuf Kalla menggarisbawahi bahwa keberadaan masjid di negeri minoritas Muslim seperti Jepang memiliki makna strategis.

Selain sebagai pusat ibadah, masjid harus mampu bertransformasi menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, hingga pembinaan akhlak, khususnya .bagi komunitas Indonesia yang kian berkembang.

Ia juga menekankan pentingnya tiga pilar dalam memakmurkan masjid, yakni para pembangun, pengelola, dan jamaah. Ketiganya, kata dia, harus berjalan seiring agar fungsi masjid tetap hidup dan memberi manfaat berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla turut mengapresiasi wajah kehidupan masyarakat Jepang yang dinilainya selaras dengan nilai-nilai akhlak Islam. Disiplin, kejujuran, kerja keras, serta budaya saling menghormati menjadi cerminan nyata dari ajaran yang kerap disampaikan dalam dakwah.

“Kita mungkin berbeda agama, tetapi banyak nilai akhlak yang justru dijalankan dengan baik di Jepang. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua,” tuturnya.

Pengalaman tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa kemajuan umat tidak cukup dibangun melalui retorika, tetapi harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari

lJusuf Kalla berharap Masjid As Sholihin di Yokohama dapat terus berkembang menjadi pusat kegiatan yang inklusif—tidak hanya melayani kebutuhan ibadah, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, pendidikan anak-anak, serta penguatan komunitas diaspora Indonesia.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan masjid tersebut. Baginya, setiap kontribusi yang diberikan merupakan bagian dari amal jariah yang akan terus mengalir manfaatnya.

“Semoga masjid ini membawa keberkahan dan menjadi pusat kebaikan bagi umat,” pungkasnya.