Dihantam Omicron, Dolar Kanada Sulit Lepas dari Level Terendah

Dihantam Omicron, Dolar Kanada Sulit Lepas dari Level Terendah

KABARINDO, TORONTO - Dolar Kanada sedikit menguat terhadap greenback pada akhir perdagangan Kamis (2/12/2012) waktu setempat atau Jumat pagi.

Meski begitu dolar Kanada masih bertahan di dekat dengan titik terendahnya selama lebih dari dua bulan.

Kondisi tersebut diakibatkan banyak investor yang menilai varian teranyar Covid-19, Omicron, yang berdampak terhadap ekonomi global.

Dolar Kanada diperdagangkan 0,1 persen lebih tinggi pada 1,2807 terhadap greenback, atau 78,08 sen AS, setelah menyentuh posisi intraday 1,2837, yang merupakan level terendah dalam 10-minggu yang dicapai pada Selasa (30/11/2021).

"Kami mendapat ketidakpastian yang berkelanjutan dari ketakutan Omicron, ketidakpastian terkait dengan politik AS yang memanas saat kami mendekati tenggat waktu untuk semua jenis hal," kata kepala strategi valuta asing global di BMO Capital Markets, Greg Anderson.
 
"Tetapi pada saat yang sama resistensi (di 1,2850) tampaknya cukup solid untuk saat ini," ucap Anderson menambahkan.

Pemerintah federal AS mendekati batas pinjaman 28,9 triliun dolar AS, yang diperkirakan oleh Departemen Keuangan dapat mencapainya pada 15 Desember. 
Kegagalan untuk memperpanjang atau mencabut batas tepat waktu dapat memicu bencana ekonomi gagal bayar.

Pasar ekuitas global tetap bergejolak karena beberapa negara meningkatkan pembatasan untuk mengekang penyebaran varian baru virus corona.

Harga minyak, salah satu ekspor utama Kanada, mengalami penurunan baru-baru ini setelah OPEC+ tetap pada kebijakannya untuk meningkatkan produksi secara bertahap. 

Minyak mentah berjangka AS menetap 1,4 persen lebih tinggi pada 66,50 dolar AS per barel.

Laporan ketenagakerjaan Kanada untuk November akan dirilis pada Jumat, yang dapat memberikan petunjuk tentang kekuatan ekonomi domestik.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, akan menguraikan pengeluaran baru yang terbatas dalam pembaruan fiskal yang akan dirilis akhir bulan ini, kata sebuah sumber, ketika inflasi melonjak dan beberapa kelompok bisnis dan politisi oposisi menyerukan untuk menahan diri.

Sumber: Antara
Foto: Freepik