Dowajuseyo - Tolong Saya!, Film Horor Berlatar Supranatural di Korea
Dowajuseyo - Tolong Saya!, Film Horor Berlatar Supranatural di Korea
Kisahkan mahasiswa Indonesia yang kerasukan roh perempuan Korea korban perkosaan
KABARINDO, SURABAYA – Film Tolong Saya! (Dowajuseyo) siap membuat penonton bioskop Indonesia tercekam mulai 29 Januari 2026.
Ini merupakan film karya perdana Heart Pictures di Busan, Korea Selatan (Korsel), yang mengusung genre horor dan penuh ketegangan, Mengangkat mitos dan kepercayaan supranatural masyarakat Korea yang dipadukan dengan pengalaman nyata mahasiswa Indonesia di sana.
Dowajuseyo memperjelas kepercayaan masyarakat Korea terhadap dunia roh yang menjadi latar belakang cerita. Banyak dari mereka juga suka mendatangi fortune teller atau peramal.
Film tersebut disutradarai Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca. Penulisan skenario oleh Nuke bersama Baby, kandidat doktor yang menuturkan Dowajuseyo diangkat dari kisah nyata saat ia masih diploma.
Baby menuturkan, kepercayaan terhadap arwah dan kesurupan masih kuat pada masyarakat modern Korea. Banyak yang melakukan ritual khusus jika merasa diikuti roh jahat atau sering mengalami kesialan.
“Saya senang ini bisa diangkat ke layer lebar,” ujarnya di Jakarta pada Rabu (21/1/2026).
Dowajuseyo dibuka dengan teriakan minta tolong yang mengusik keseharian Tania. Ia juga kerasukan roh Min Yong, perempuan Korea korban perkosaan. Tania kemudian bertemu dengan dokter Park yang berupaya membantunya.
Dowajuseyo dibintangi oleh Saskia Chadwick sebagai Tania dan Kim Geba yang akrab disapa Bung Korea. Ia memerankan dokter Park yang jatuh cinta pada Tania. Para pemain lainnya adalah Cinta Brian, Dito Darmawan dan Aruma Khadijah serta aktris senior Yati Surahman.
Herti Purba, owner of Heart Pictures, mengatakan Dowajuseyo menyelipkan pesan bagi para pelajar dan mahasiswa Indonesia di Korea.
“Mereka yang sekolah atau kuliah di luar negeri harus ingat pesan orang tua, fokus pada pendidikan, hati-hati, berperilaku baik serta menghargai dan menghormati adat budaya dan nilai-nilai masyarakat setempat," tuturnya.
Foto: istimewa
Comments ( 0 )