Fajar/Fikri Bidik Gelar Juara Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan

Fajar/Fikri Bidik Gelar Juara  Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan

KABARINDO, JAKARTA - Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lewati rintangan pertama di Daihatsu Indonesia Masters 2026 usai menyingkirkan wakil Chinese Taipei, Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh, dengan skor 21-16, 21-10 dalam waktu 30 menit.

Dua pekan lalu di Malaysia Open 2026, Fajar/Fikri juga berjumpa dengan Chen/Lin, pertandingan dimenangkan oleh Fajar/Fikri namun berlangsung sengit dengan skor 21-19, 21-19. 

“Kami sudah sering bertemu mereka, terakhir dua minggu lalu di Malaysia Open. Tidak mudah memang melawan mereka yang memiliki speed dan power yang luar biasa. Kami terus mempelajari permainannya, karena di Malaysia, pertemuan kami cukup sengit,” kata Fajar. 

Fajar/Fikri yang kini menduduki peringkat empat dunia, membidik gelar juara di Daihatsu Indonesia Masters 2026. Sejak dipasangkan di pertengahan tahun lalu, Fajar/Fikri sudah merebut satu gelar juara di China Open dan menjadi runner up di Korea Open, Denmark Open, French Open dan Australian Open 2025. 

“Target pasti ada ya, tidak hanya di Daihatsu Indonesia Masters, tapi di semua kejuaraan pasti target buat kami berdua selalu ada. PBSI juga menargetkan kami untuk bisa juara di sini, karena kami adalah tuan rumah.  Kami juga sudah lama tidak dapat gelar setelah di China Open tahun lalu,” jelas Fajar. 

“Sudah lama juga tidak juara di Indonesia. Terakhir ya saya pribadi di 2022 ya (bersama M. Rian Ardianto), jadi memang sudah tiga tahun lamanya tidak juara di Istora. Sekarang saya bersama Fikri ingin menjadi juara di sini,” imbuhnya. 

Di babak kedua, Fajar/Fikri berharap bisa jumpa dengan rekan senegara, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Dengan catatan, Leo/Bagas harus memenangkan laga melawan wakil Chinese Taipei, Zhi-Wei He/Huang Jui-Hsuan, di babak pertama. 

Jika kedua pasangan ini bertemu, maka ganda putra Indonesia sudah mengamankan satu tiket perempat final. 

“Semoga berhadapan dengan Leo/Bagas ya. Pasti ada untung dan ruginya kalau ketemu teman sendiri. Ruginya karena salah satu wakil Indonesia pasti gugur. Tapi untungnya, sudah ada wakil yang pasti masuk ke babak delapan besar,” kata Fajar. 

Soal aturan baru Time Clock yang sudah diterapkan di Daihatsu Indonesia Masters 2026, Fajar/Fikri merasa aturan ini tidak terlalu mereka rasakan dampaknya. 

“Mungkin di ganda putra ini (tempo permainannya) cepat ya. Cepat permainannya dan jarang reli. Jadi memang nggak sampai 25 detik juga pasti sudah siap lagi. Kecuali sektor lain, ganda putri misalnya yang sampai 200 pukulan,” kata Fajar. 

Bertanding di Istora dan didukung oleh supporter yang sudah mulai ramai di hari pertama, Fajar/Fikri merasa bersyukur karena bisa menambah motivasi mereka. 

“Saya sangat mengucapkan terima kasih banyak untuk supporter Indonesia yang telah hadir di stadion. Berkat mereka semua, kami lebih semangat lagi tadi. Capek pun jadi tidak berasa dan semoga untuk ke depannya, hari-hari esoknya bisa semakin lebih full lagi di dalam stadionnya karena membawa aura yang sangat positif untuk kami sebagai atlet,” pungkas Fikri.

Sebelumnya, ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin juga melaju ke babak kedua setelah menundukkan Eloi Adam/Leo Rossi (Prancis) dengan skor 22-20, 15-21, 21-10.