Ini Aktivitas Wisata di Kampung Batik Giriloyo Yogyakarta

Ini Aktivitas Wisata di Kampung Batik Giriloyo Yogyakarta

KABARINDO, YOGYAKARTA -  Kota pelajar Yogyakarta memang selalu menarik. Tidak hanya dunia pendidikannya juga wisata belajar menjadi daya tarik sendiri diantaranya wisata belajar membantik. 

Belajar membatik merupakan salah satu aktivitas wisata yang ditawarkan di Kampung Batik Giriloyo di Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jika dari Stasiun Yogyakarta atau Stasiun Tugu, jaraknya 17-18 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 32 menit. Sebagai informasi, Kampung Batik Giriloyo merupakan salah satu sentra batik di Yogyakarta.

Dilansir dari Kompas.com Kampung ini merupakan rumah dari Paguyuban Batik Giriloyo, sebuah perkumpulan dari 12 kelompok kecil perajin batik di tiga dusun, yaitu Giriloyo, Cengkehan, dan Karang Kulon. Motif batik yang ada di tempat ini merupakan motif klasik dari abad ke-17 pada masa Kerajaan Mataram.

"Kalau batiknya sendiri, batik klasik Mataram," kata salah satu perajin batik di Kampung Batik Giriloyo, Diah, kepada Kompas.com pada Jumat (17/12/2021) sebagai rangkaian dari Traveloka Garuda Flyers Club Media Trip to Yogyakarta.

Dengan didampingi perajin batik, peserta bisa belajar membatik menggunakan malam dan canting. Motif yang dipakai pun masih sederhana, salah satunya bunga. Tapi peserta bisa juga menyalurkan kreativitas dengan membuat motif sendiri atau meminta motif klasik.

"Misalnya ingin (motif) yang klasik, juga bisa. Tapi request dulu, biar disiapkan," kata Bendahara Paguyuban Batik Giriloyo, Wasihatun.

Belajar membatik di tempat ini tidak hanya sekadar menorehkan malam ke atas kain putih. Peserta juga diajari cara menggenggam canting dan memosisikan kain dengan benar agar malam tidak tumpah. Selain itu, peserta bisa mendapat pengetahuan tentang batik mulai dari filosofi, proses, hingga motifnya. Usai membatik di dua sisi kain, peserta bisa melihat proses pewarnaan batik. Mereka juga bisa membawa pulang kain batik hasil karya mereka apabila sudah dijemur. Adapun durasi untuk kegiatan ini mulai dari satu jam.

Menurut Wasihatun, kegiatan membatik dibagi menjadi beberapa paket. Paket terkecil untuk lima orang dibanderol dengan harga mulai dari Rp 250.000.

"Misalnya yang datang cuman dua orang mau paket seperti ini (belajar membatik), tetap kita kasih lima," ujar Wasihatun.

Selain itu, ada juga paket belajar membatik yang lain untuk peserta dengan jumlah banyak. Misalnya peserta 200 (orang) ke bawah (harganya) Rp 25.000 per orang, cuma batik saja. Paket batik ditambah snack Rp 35.000 per orang. Paket batik ditambah snack dan makan harganya Rp 55.000.

Ada juga paket membatik syal dengan panjang satu meter dan lebar 15 sentimeter (cm) dengan harga mulai dari Rp 100.000 per orang. Bila lebih dari 200 peserta bisa dinego.

Lokasi belajar membatik ada di sebuah area yang terdiri dari beberapa pendopo. Area tersebut bisa memuat hingga lebih dari 200 orang.

Diah menjelaskan bahwa tempat wisata ini juga menawarkan aktivitas lain selain belajar membatik. Sebelum pandemi Covid-19, lanjutnya, ada paket keliling area setempat dengan naik sepeda dengan harga mulai dari Rp 55.000.

"Ada kuliner di sini, kayak bikin bakpia. Cuman belum fixed bagaimana mau resepnya, terus seperti apa. Jadi kita masih harus menyusun lagi. Sementara yang ada masih batik," ujar Diah.

Sementara itu, Wasihatun mengatakan bahwa setiap Minggu legi atau sebulan sekali terdapat perhelatan untuk wisata kuliner. "(Jualnya) masakan-masakan lokal yang kita bungkusnya enggak pakai plastik, (tapi) pakai daun," ujarnya.

Wisatawan yang ingin mengikuti aktivitas di Kampung Batik Giriloyo bisa langsung datang ke tempat tersebut. Jam bukanya dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Selama berwisata, pengunjung diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan, di antaranya memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mencuci tangan dengan sabun, dan menggunakan hand sanitizer. Dok.Istimewa