Dedikasi Menjadi Energi, Soft Tennis Jabar Menatap Panggung Prestasi
KABARINDO, JAWA BARAT — Riuh sorak kemenangan di Lapangan Goat Arena dan Indoor Siliwangi, Bandung, menjadi saksi lahirnya sebuah cerita besar tentang dedikasi, kemandirian, dan keteladanan. Kejurprov Soft Tennis Jawa Barat Piala ePPSi 2026 bukan sekadar ajang kompetisi bagi 75 atlet dari 10 daerah, melainkan potret bagaimana sebuah organisasi olahraga mampu berdiri tegak berkat kepemimpinan yang memberi teladan.
Ketua Pelaksana Kejurprov sekaligus Ketua I PESTI Jawa Barat, Boogie G. Manggala, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ini adalah manifestasi dedikasi total seluruh jajaran pengurus.
“Bagi kami, Kejurprov ini bukan hanya tentang siapa yang menang di lapangan, tetapi tentang bagaimana organisasi memuliakan atlet dan bekerja tanpa bergantung sepenuhnya pada birokrasi,” ujarnya.
Salah satu penanda kuat kesuksesan Piala ePPSi 2026 adalah komitmen finansial mandiri yang digelontorkan Ketua Umum PESTI Jawa Barat, Andy K.R. Garna. Di tengah keterbatasan, ia justru menunjukkan kepemimpinan yang “all out”, dengan dukungan pembinaan yang nilainya melampaui Rp100 juta dan bersumber dari dana pribadi.
“Ini adalah investasi iman untuk masa depan atlet Jawa Barat. Kami ingin mereka bertanding tanpa beban, merasa dihargai, dan yakin bahwa organisasinya berdiri bersama mereka,” kata Andy Garna dalam keterangannya.

Dukungan tersebut diwujudkan secara konkret, mulai dari apresiasi Rp50 juta bagi para juara, suntikan Rp40 juta untuk operasional empat pengurus cabang baru, hingga uang saku tambahan bagi atlet, pelatih, dan ofisial. Langkah ini mempertegas komitmen PESTI Jabar dalam membangun fondasi organisasi dari bawah.
Keseriusan pembinaan juga tercermin dari pemenuhan standar internasional. Pengprov PESTI Jabar secara mandiri mengimpor 50 unit raket profesional Yonex dari Jepang serta ratusan bola berstandar dunia, yang kemudian dilengkapi dengan dukungan raket buatan lokal dari Pengurus Pusat.
“Kami ingin atlet Jabar terbiasa dengan standar global sejak dini, agar mental juaranya terbentuk,” tutur Boogie.
Gaung positif Kejurprov ini turut mendapat perhatian pemerintah dan otoritas olahraga. Kehadiran Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menjadi suntikan moral yang menegaskan pengakuan atas militansi pengurus PESTI Jabar. Apresiasi serupa disampaikan Ketua Umum KONI Jawa Barat, Prof. Muhammad Budiana, yang menilai totalitas kepemimpinan Andy Garna sebagai preseden positif bagi visi “Jabar Istimewa”.
“Langkah berani dan mandiri ini patut menjadi contoh. KONI Jabar siap memfasilitasi rencana strategis, termasuk menghadirkan pelatih dari Korea Selatan demi melahirkan atlet kelas dunia,” ujar Prof. Budiana.
Meski berdiri di atas kemandirian, kesuksesan Kejurprov tak lepas dari peran para mitra strategis seperti ePPSi selaku pemegang piala utama, Nagabendu Technologies, Bank BNI Regional Wilayah 04 Bandung, serta XVIII.Comm yang menopang komunikasi dan publikasi.
Kini, PESTI Jawa Barat menatap masa depan dengan keyakinan penuh. Kejurprov Piala ePPSi 2026 menjadi batu loncatan menuju target besar: emas PON 2028. Dengan dedikasi, transparansi, dan keteladanan pimpinan, Soft Tennis Jawa Barat mengirim pesan tegas bahwa keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan jembatan menuju prestasi gemilang.
Comments ( 0 )