MIG Kenalkan Digital Perming di Indonesia: Tren Rambut 2026 “Pretty Curl with Digital Wave” Resmi Dimulai dari Bogor
KABARINDO, BOGOR – Industri kecantikan tanah air kembali mendapatkan energi baru dengan diluncurkannya teknologi Digital Perming dari MIG, merek tata rambut berlisensi Jepang yang kini resmi masuk ke pasar Indonesia.
Peluncuran ini dikemas dalam seminar Look & Learn “Cut & Color Trend 2026 Pretty Curl With Digital Wave”, yang digelar HAI Academy bekerja sama dengan MIG dan Blessing di Gedung DPRD Kota Bogor, Kamis (27/11/2025).

Seminar yang menghadirkan tiga narasumber dari Indonesia dan Hong Kong—Azar Hairink, Hery Kurniawan, dan David Hongkong—ini menjadi wadah besar bagi para hairdresser untuk memahami lebih dalam perkembangan teknik cutting, coloring, dan digital wave yang diproyeksikan menjadi tren rambut tahun 2026.
Ketua panitia, Bunda Yui dari Yui Salon Bogor, menjelaskan bahwa agenda ini diadakan untuk memperkaya wawasan para profesional salon mengenai teknologi terbaru yang dibawa MIG. “Kita ingin para hairdresser, baik pemula maupun yang sudah lama berkecimpung, bisa terus update. Kita belajar bersama, menambah pengetahuan, dan maju bersama,” ungkapnya di hadapan sekitar 70 peserta.

Bunda Yui juga mengapresiasi kualitas produk MIG yang menurutnya unggul dibandingkan produk serupa di pasaran. “Cara aplikasinya jauh lebih mudah, tidak ribet, dan harganya terjangkau. Harapan saya MIG bisa makin dikenal luas di Indonesia,” tambahnya.
Peluncuran Digital Grooming MIG di Bogor bukan tanpa alasan. Kota hujan dipilih karena komunitas hairdresser-nya dinilai aktif dan solid. MIG sendiri sudah lama digunakan di Hong Kong dan dikenal berkat formula tanpa bau, bebas iritasi, waktu pengerjaan singkat, serta hasil yang natural—keunggulan yang membuatnya bisa menjangkau pasar salon dari segmen high-end hingga middle–low.

Menurut edukator HAI Academy Indonesia, Anzar Hairink, edukasi adalah kunci utama agar teknologi baru ini dapat diadopsi dengan benar oleh para pelaku industri. “Edukasi itu nomor satu. Hairdresser harus paham product knowledge sebelum diaplikasikan ke klien. Tujuannya supaya hasil rambut bagus, natural, dan perawatannya ringan,” jelas Anzar, yang telah berkecimpung di dunia tata rambut sejak 2003.
Acara ini semakin berbobot dengan kehadiran mentor internasional Mr. David, salah satu dari sembilan master hairdresser tersibuk di Hong Kong, serta Ko Asien, top educator MIG dari Malaysia. Para peserta dari Bogor, Karawang, hingga berbagai kota di Jawa Barat mengikuti sesi intensif yang memadukan demonstrasi langsung dan pengenalan formula terbaru.

Di tengah sesi edukasi, Gita Andini, Sekjen HAI, menegaskan pentingnya memahami produk secara mendalam, terutama di era ketika konsumen semakin banyak menggunakan produk tanpa arahan profesional. “Banyak rambut rusak karena produk dipakai sembarangan. MIG hadir bukan hanya untuk mempercantik, tapi juga memperbaiki. Dari color, treatment, sampai perming—semuanya lengkap,” ujarnya.
Ia menambahkan, pigmen warna MIG memiliki kilau lebih kuat dan hasil berlapis yang membuat warna rambut tampak hidup, sementara lini treatment-nya mampu memperbaiki berbagai tingkat kerusakan rambut dengan hasil lebih optimal.

Acara ini juga menjadi momentum pengumuman bahwa setelah Bogor, MIG akan melanjutkan rangkaian peluncuran ke Karawang pada Desember mendatang, berbarengan dengan rilis Airframe Color, delapan varian warna yang diprediksi menjadi tren rambut 2026.
Menutup sesi, edukator HAI Hery Kurniawan menyampaikan pesan inspiratif kepada para peserta. “Belajar bukan soal siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling konsisten. Apa yang hari ini terasa sulit, suatu hari nanti akan menjadi kekuatan kalian,” ujarnya.

Dengan peluncuran Digital Grooming dan tren Pretty Curl With Digital Wave, Bogor resmi menjadi kota pertama yang membuka gerbang tren rambut 2026 di Indonesia—membawa semangat pembaruan bagi industri tata rambut nasional.
Comments ( 0 )