Pasca Korban Anak KM.Sinar Bangun; KPAI Ingatkan Pemulihan Psikologi & Pendidikan

Pasca Korban Anak KM.Sinar Bangun; KPAI Ingatkan Pemulihan Psikologi & Pendidikan

PENGAWASAN KPAI UNTUK ANAK-ANAK KORBAN KM SINAR BANGUN; PULIHKAN PSIKOLOGIS DAN LANJUTKAN PENDIDIKANNYA

Jakarta, Kabarindo- Dari rilis yang diterima redaksi.

Setidaknya, ada 34 anak dari jumlah korban baik yang meninggal, selamat dan dinyatakan hilang dari peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun pada 18 Juni silam. Selain itu dalam catatan KPAI sekitar 100an anak yang kehilangan orang tua bahkan menjadi yatim piatu. Oleh sebab itu KPAI Melakukan pengawasan ke lokasi kejadian mengingat dampak peristiwa tersebut akan sangat berpengaruh pada anak-anak sehingga diperlukan penanganan yang komprehenship.

PERLINDUNGAN KHUSUS
Kepedihan Rina (15) dan Yanto (17) bukan nama sebenarny tiba-tiba kehilangan kedua orang tua dari Kab Samosir jelas terlihat. Demikian juga bayi usia 6 bulan yang kedua orang tuanya menjadi korban dari Kab  Simalungun. 2 Kabupaten ini yang memiliki dampak terbesar, korban jiwa serta mereka yang ditinggalkan. Demikian sekelumit anak-anak yang berduka dan butuh perhatian dari berbagaia pihak terutama keluarga dan pemerintah. Oleh sebab itu KPAI menggelar rapat koordinasi dengan Wakil Bupati Kab Samosir Juang Sinaga untuk membahas langkah-langkah perlindungan secara spesifik dan menyeluruh untuk anak-  anak tersebut, baik terkait peristiwa ini dan langkah preventif serta peningkatan perlindungan anak  di Kab. Samosir. 
Rapat dihadiri oleh SKPD terkait seperti Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Dinas Dukcapil dan Bapeda Kab. Samosir

KPAI mendorong pada korban selamat dan 1 diantaranya anak-anak harus mendapatkan pemulihan secara medis dan psikologis untuk memastikan kesehatan fisik dan mengikis trauma untuk membangun kembali kesiapan mentalnya menjalani hidup selanjutnya. Wakil Bupati Kab. Samosir berjanji akan memfasilitasi penyelenggaraan bimbingan psikologis tersebut.

JAMINAN PENDIDIKAN
KPAI mengapresiasi Pemerintah Kab Samosir akan menanggung semua biaya pendidikan anak korban yg ditinggal keluarga, minimal untuk pendidikan dasar  serta beberapa anak yang saat ini akan masuk SMA. Selain itu, Pemda menjamin akan menyalurkan bantuan dari Jasa Raharja untuk korban meninggal yang akan disampaikan pada ahli warisnya sejumlah 50juta, serta bantuan sosial dari Kementrian Sosial. 
KPAI juga mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang menyatakan kesiapannya untuk menanggung biaya pendidikan anak-anak terdampak.

PEMBENAHAN SARANA PRA SARANA RAMAH ANAK
Indikasi kuat faktor muatan yang melebihi kapasitas, kemudian ketiadaan manifes penyebrangan, tidak adanya unsur bantuan keselamatan seperti pelampung/life jacket khusus anak, menjadi evaluasi  pada pembenahan tata kelola dan SOP penyebrangan sekaligus sarana yang harus dimiliki dalam kepentingan pengelolaan sumber daya pariwisata. Apalagi saat-saat yang sangat rawan dan dipenuhi penumpang pada hari libur nasional, dan libur peringatan hari raya karena saat itulah puncak kunjungan pariwisata di sekitar Danau Toba.
Wakil BUpati Samosir akan melakukan evaluasi dan pembenahan sarana perhubungan  sehingga implementasi di lapangan akan lebih mengutamakan keselamatan jiwa.
Dalam langkah preventif  KPAI berkoordinasi dengan berbagai SKPD Kab. Samosir terkait pengutamaan aspek keselamatan dan perlindungan anak menjadi kebijakan dalam pembangunan di Kabupaten Samosir Salah satu yang paling terkait adalah pembenahan tata kelola Perhubungan dan Pariwisata, untuk memiliki keselamatan jiwa, pembenahan dermaga ruang tunggu yang ramah anak,  fasilitas rungan menyesui, kelengkapan sarana toilet dan fasilitas umum, serta akses yang layak untuk penyandang disabilitas. 
Mengingat libur anak -anak sekolah masih  panjang, KPAI menyampaikan dalam kesempatan itu kepada Dinas Pariwisata, bahwa Danau Toba sebagai salah satu tujuan wisata di Indonesia harus terus meningkatkan pelayanan pengelolaan wisata dan berupaya menerapkan pariwisata yang mengutamakan keselamatan dan perlindungan anak.