PP Pesti Apresiasi Penyelenggaraan Kejurprov Soft Tennis Jawa Barat 2026

PP Pesti Apresiasi Penyelenggaraan Kejurprov Soft Tennis Jawa Barat 2026

Kejurprov Soft Tennis Jabar 2026, Dedikasi Total Menuju Standar Nasional.

BANDUNG — Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Soft Tennis Jawa Barat Piala ePPSi 2026 sukses digelar dan menuai apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk dari Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP PESTI), Brigjen Pol. Dr. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H..

Ajang yang berlangsung pada 10–12 Februari 2026 itu digelar di Goat Arena dan GOR Siliwangi, serta diikuti 75 atlet dari 10 kabupaten/kota di Jawa Barat. Kejurprov ini menjadi etalase nyata keseriusan Pengprov PESTI Jawa Barat dalam membangun pembinaan soft tennis yang berkelanjutan dan bermartabat.

Ketua Umum PP PESTI, Brigjen Pol Dr. M. Awal Chairuddin, menyampaikan apresiasi tinggi atas suksesnya penyelenggaraan kejuaraan tersebut.


Ia menilai Kejurprov Jabar 2026 telah menunjukkan standar organisasi dan kompetisi yang layak naik kelas ke level nasional.

“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi atas suksesnya Kejurprov Soft Tennis Jawa Barat 2026. Penyelenggaraan ini rapi, profesional, dan menunjukkan kesiapan organisasi. Dengan capaian ini, Jawa Barat sangat pantas diproyeksikan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Soft Tennis ke depan,” ujar Awal Chaeruddin, Sabtu (14/2).

Lebih dari sekadar kompetisi, Kejurprov ini mencerminkan dedikasi total para pengurus. 

Ketua Umum Pengprov PESTI Jawa Barat, Andy K.R. Garna, tampil dengan pendekatan kepemimpinan yang menitikberatkan pada keteladanan dan kemandirian. Seluruh pembiayaan kejuaraan digerakkan secara mandiri, tanpa bergantung pada mekanisme birokrasi.
Tak hanya itu, komitmen pembinaan yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp100 juta, yang dialokasikan untuk apresiasi juara, penguatan operasional empat pengcab baru, serta dukungan langsung bagi atlet, pelatih, dan ofisial.
Kesungguhan memuliakan atlet juga tampak dari penyediaan sarana bertanding berstandar internasional. 

Pengprov PESTI Jabar secara mandiri mengadakan 50 unit raket profesional yang diimpor dari Jepang, lengkap dengan ratusan bola standar internasional. Dukungan Pengurus Pusat turut melengkapi upaya tersebut dengan distribusi raket produksi dalam negeri.

Sinergi yang terbangun kian kuat dengan hadirnya Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap militansi organisasi olahraga. 

Apresiasi juga datang dari Ketua Umum KONI Jawa Barat, Prof. Muhammad Budiana, yang menilai totalitas PESTI Jabar sebagai preseden positif bagi visi besar olahraga Jawa Barat.

Di sisi lain, keberhasilan Kejurprov ini turut diperkuat oleh dukungan mitra strategis seperti ePPSi, Nagabendu Technologies, Bank BNI Regional Wilayah 04 Bandung, serta XVIII.Comm, yang berperan dalam teknologi, perbankan, hingga publikasi.

Kejurprov Soft Tennis 
Jawa Barat 2026 pun menjadi lebih dari sekadar kejuaraan daerah. Ia menjelma sebagai tonggak konsolidasi, simbol dedikasi, dan pijakan strategis menuju target besar: prestasi emas Jawa Barat di PON 2028.

Kesuksesan Piala ePPSi 2026 menegaskan satu pesan penting bagi dunia olahraga nasional—bahwa dengan integritas, transparansi, dan keteladanan kepemimpinan, keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan jembatan menuju prestasi gemilang.