Tiga Dosis Sinovac Gagal Tangkis Omicron

Tiga Dosis Sinovac Gagal Tangkis Omicron

KABARINDO, BEIJING - Studi laboratorium baru-baru ini telah menemukan bahwa dua dosis dan satu booster vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Sinovac Biotech China tidak menghasilkan tingkat antibodi penetral yang cukup untuk melindungi dari varian Omicron.

Vaksin produksi Sinovac yang bernama resmi CoronaVac adalah salah satu vaksin COVID-19 yang paling banyak digunakan di dunia. Ada lebih dari 2,3 miliar dosis suntikan yang diproduksi dan digunakan sebagian besar di China dan negara berkembang.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr Malik Peiris dan Dr David Hui itu meneliti produksi antibodi penetral virus dalam darah orang yang divaksinasi dengan dua suntikan yang saat ini digunakan di Hong Kong. Mereka mengkonfirmasi dua dosis vaksin yang sama tidak cukup untuk menangkis Omicron.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa orang yang telah diimunisasi lengkap dengan CoronaVac harus mencari vaksin lain untuk booster mereka.

Booster dari BioNTech SE Jerman, bernama Comirnaty, secara signifikan meningkatkan tingkat perlindungan antibodi terhadap Omicron, menurut penelitian dari University of Hong Kong dan The Chinese University of Hong Kong itu.

Hasil Comirnaty juga Serupa

Sementara itu, dalam pernyataan resminya para peneliti juga menyebutkan bahwa dua dosis suntikan vaksin Comirnaty juga tidak mencukupi. Namun, tambahan booster dengan vaksin mRNA yang lebih kuat meningkatkan perlindungan ke tingkat yang memadai.

Hasil awal penelitian ini tentunya merupakan pukulan bagi mereka yang mendapatkan vaksinasi CoronaVac. 

Namun, harus diingat bahwa sementara ini masih banyak yang belum diketahui tentang bagaimana suntikan Sinovac menahan Omicron, termasuk bagaimana sel T, senjata sistem kekebalan melawan sel yang terinfeksi virus, akan merespons.

Dengan Omicron terbukti sekitar 70 kali lebih mudah menular daripada varian Delta, kemungkinan penggunaan suntikan booster yang berbeda atau bahkan memvaksinasi ulang dengan vaksin yang lebih spesifik untuk melawan Omicron akan menghambat upaya dunia untuk keluar dari pandemi secepatnya.

Berita terkait: Vaksinasi Tanpa Booster Kurang Efektif Melawan Omicron

Beda Hasil di Turki

Agustus lalu, Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengabarkan bahwa sebuah penelitian di Turki terhadap lebih dari 30 juta warga yang divaksinasi menunjukkan bahwa tingkat perlindungan tertinggi terlihat pada orang yang menerima tiga dosis vaksin yang sejenis. Ia menambahkan, hasil studi ini akan diterbitkan di jurnal ilmiah bila sudah siap.

Sebelumnya, otoritas kesehatan di Turki dan negara-negara lain telah merekomendasikan agar orang yang diinokulasi dengan dua dosis vaksin tidak aktif (vaksin yang mengandung virus yang sudah mati) menerima suntikan mRNA (vaksin dengan materi genetik terekayasa) sebagai dosis ketiga untuk meningkatkan perlindungan. ***(Sumber: Bloomberg & Nikkei Asia; Foto: CBC)