Trust Indonesia Sebut Pemimpin Harus Mampu Orkestrasi Ide, STIAMI Puji Keunggulan Seluruh Capres

Trust Indonesia Sebut Pemimpin Harus Mampu Orkestrasi Ide, STIAMI Puji Keunggulan Seluruh Capres

KABARINDO, JAKARTA - Direktur Eksekutif Trust Indonesia, Azhari Ardinal menyebut Presiden Indonesia selanjutnya harus mampu mengorkestrasi kelebihan maupun kekurangan dari para pemangku kebijakan bangsa ini. Hal tersebut disampaikan Azhari dalam acara 'Ngobrol Bareng Debat Capres Bersama Trust Indonesia dan Institut STIAMI pada Minggu (4/2) malam. 

"Siapapun yang akan memimpin (Presiden) harus mampu mengorkestrasi kelebihan dan kekurangan dari setiap stakeholder bangsa ini," kata Azhari.

Menurut dia, pemimpin Indonesia selanjutnya pun harus dapat memberikan posisi jabatan kepada orang-orang yang mampu di bidangnya.

"Jadi jangan lagi posisikan bahwa kekuatan itu ada di kelompok tertentu tetapi semuanya harus mendapatkan porsinya. Nah porsi itulah yang akan ditempatkan berdasarkan kapasitas masing-masing yang bisa bersumber dari Universitas/ Institut dan segala macamnya," kata Azhari.

Selanjutnya, ia pun menganggap bahwa pemaparan gagasan dari ketiga calon Presiden tersebut itu pun baik untuk bangsa.

"Semua yang tadi kita lihat dari pemaparan pasangan calon 01, 02, 03 itu adalah calon pemimpin masa depan. Perkara beliau mendapatkan amanah dari bangsa atau tidak, semuanya sudah berupaya berkontribusi terhadap bangsa ini," ungkapnya.

"Nah yang perlu kita rajut hari ini sebenarnya adalah bagaimana ide dan gagasan yang muncul dari mereka bertiga mampu diorkestrasikan oleh siapapun nanti yang dipilih secara demokratis," tutur dia. 

Senada, Direktur Institut Stiami, Dedy Kusna Utama juga menilai ketiga calon Presiden mempunyai keunggulan di bidangnya masing-masing. Menurutnya dengan latar belakang masing-masing, seluruh Capres memiliki kelebihan pada bidang yang ditekuninya. 

"Sebenarnya mereka tersebut punya keinginan yang sama, tetapi spektrum masing-masing mempunyai keunggulan di masing-masing bidang. Kalau kita lihat capres Anies dia kuat di bidang pendidikan. Capres Prabowo kuat dalam konteks ekonomi. Juga Capres Ganjar pernah menjadi pemerintahan, dia memahami komposisi pemerintahan itu," ujar Dedy.

Karena itu, dia pun meminta kepada masyarakat untuk menghadapi situasi pemilu ini dengan santai dan tidak saling bermusuhan satu sama lain.

"Ketika perbedaan dihadapkan, perbedaan itu dipersiapkan dengan enjoy dengan santai. Hasilnya perbedaan itu cukup pada saat nanti selesai Pemilu, setelah itu kita bersatu kembali. Anggaplah ini sebuah permainan ketika pertandingan itu selesai, semua mengakui secara sportif,” ungkapnya.